Senin 11 November 2019, 03:20 WIB

Optimistis Pencak Silat Jadi Warisan Dunia

MI | Humaniora
Optimistis Pencak Silat Jadi Warisan Dunia

ANTARA
Pencak Silat

 

PEMERINTAH optimistis usulan agar pencak silat menjadi warisan dunia atau Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO akan diterima dalam sidang ke-14 Intergovernmental Committee UNESCO yang berlangsung pada 9-15 Desember di Bogota, Kolombia.

Hal tersebut disampaikan Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Najamuddin Ramly pada acara flash mob pencak silat untuk mendukung usulan tersebut, yang diselenggarakan pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di depan kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Minggu ( 10/11).

"Naskah pencak silat dengan judul The Tradition of Pencak Silat telah diterima Sekretariat ICH UNESCO, kita menunggu hasil sidang," terang Najamuddin.

Ia menambahkan konsep flash mob dipilih karena memiliki kekuatan dalam memengaruhi masyarakat sekitar untuk dapat bersama-sama mengikuti gerakan yang dirancang dengan unsur kejutan, sederhana, dan tidak terduga.

Flash mob diikuti 100 orang pesilat dari Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia (Astrabi) dan 5 perguruan pencak silat dari Jawa Barat, Jakarta, Banten, dan Sumatra Barat.

Ketua Umum Astrabi Anwar Albatawi mengharapkan, penetapan masuknya pencak silat ke dalam daftar ICH UNESCO menjadi langkah awal untuk memberikan perhatian lebih bagi pelestarian dan pengembangan pencak silat di Indonesia.

Kemendikbud telah menetapkan beragam aliran pencak silat dari berbagai daerah sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Pencak silat yang telah ditetapkan sebagai WBTb antara lain Penca' dari Jawa Barat; Silek Minang dari Sumatra Barat; Silek Tigo Bulan dari Riau; Pencak Silat Bandrong dari Banten; Silat Beksi dan Silat Cingkrik dari DKI Jakarta. Hingga tahun 2019 Kemendikbud telah menetapkan sebanyak 1.086 WBTb Indonesia. (Bay/H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More