Senin 11 November 2019, 01:40 WIB

4 Nama Gerindra untuk DKI 2

4 Nama Gerindra untuk DKI 2

Ilustrasi
Cawagub

 

PARTAI Gerindra telah mengajukan empat nama untuk dijadikan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta menggantikan Sandiaga Uno. Namun, dari keempat nama itu hanya satu nama saja yang akan disandingkan bersama calon lain dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Partai Gerindra mengusulkan empat nama, PKS silakan (pilih), siapa dari empat nama ini yang bisa disepakati PKS. Tentu harus disepakati juga oleh Gerindra. Kalau begitu ada dua nama baru, satu dari PKS, satu Gerindra," ungkap Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria.

Opsi yang ditawarkan Gerindra didasari oleh mandeknya proses pemilihan wakil gubernur DKI yang sudah setahun lebih belum terpilih. Riza membeberkan bahwa Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto setuju dengan permintaan PKS untuk mencalonkan dua kadernya, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu untuk maju sebagai cawagub.

"Ketika itu, ada kesepakatan antara Pak Prabowo dan PKS bahwa posisi wakil gubernur yang diminta kader PKS dipenuhi oleh Pak Prabowo. Namun, hingga kini, proses pemilihan di DPRD tidak kunjung selesai," kata Riza.

Partai Gerindra menginginkan agar tiga tahun ke depan Gubernur Anies Baswedan tidak berlama sendirian, dipilih opsi untuk menyandingkan kader Gerindra dengan PKS dalam perebutan kursi wagub. Riza mengatakan karena Sandiaga berasal dari Gerindra, yang pas menggantikan dari partai tersebut.

"Masa mau seperti ini terus tiga tahun ke depan kosong. Kami usulkan dua nama baru, yaitu dari PKS satu, Gerindra satu, supaya ada pilihan dan alternatif," ucap Riza.

"Gerindra mencoba mencarikan solusi atas belum juga berlanjutnya pemilihan wagub karena beban Pak Anies diukur sangat berat. Mungkin setiap hari terima undangan puluhan atau ratusan dari tamu, atau kegiatan lainnya. Kalau ada wakil gubernur, itu akan membantu Pak Anies," tambahnya.

Berdasarkan dokumen yang diterima, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta menerbitkan surat dengan perihal perubahan usulan nama calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor JA/X-0646/B/DPD GERINDRA/2019.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, M Taufik, menyebut pihaknya mengajukan empat nama baru cawagub. Tiga nama lainnya ialah Dewan Penasihat Gerindra Arnes Lukman, Waketum DPP Gerindra Ferry J Juliantono, dan Sekda DKI Jakarta Saefullah.

"Urusan wakil gubernur akan diurus oleh DPRD pada Desember. Sebulan ini lagi bahas anggaran APBD kan," tandas Riza.

Sementara itu, cawagub dari PKS Ahmad Syaikhu mempertanyakan komitmen politik Gerindra. "Dua nama cawagub DKI itu sudah ada di DPRD (dari PKS), Agung Yulianto dan saya. Jadi, ini bicara keseriusan, komitmen dan etika politik," terang Syaikhu.

Syaikhu menilai manuver yang dilakukan Gerindra tersebut akan mendapatkan penilaian buruk dari masyarakat. Mereka dianggap tidak komitmen dan melanggar etika politik.

Pasalnya, pada (9/11), pernyataan anggota DPRD dari Gerindra, Syarif, menuturkan pihaknya menegaskan tetap berkomitmen bahwa kursi wagub DKI hanya untuk PKS. Namun, polemik timbul saat Syaikhu kemudian dilantik menjadi anggota DPR RI dan enggan mundur dari status cawagub.

Menurut Syaikhu, masalah molornya pemilihan cawagub DKI sejak ditinggalkan Sandiaga Uno pada 2018 disebabkan keseriusan pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti proses pemilihan.

"Berbagai tahapan sudah dilalui, termasuk fit and proper test. Sekarang kita mau serius atau tidak mencari pendamping Anies," kata Syaikhu. (Ins/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More