Minggu 10 November 2019, 23:15 WIB

Topan Bulbul Hantam Pantai India, 6 Tewas

Topan Bulbul Hantam Pantai India, 6 Tewas

AFP
Topan Bulbul hantam India

 

SETIDAKNYA enam orang tewas dan lebih dari 2 juta lainnya menghabiskan malam meringkuk di tempat penampungan badai ketika topan Bulbul menerjang pantai India dan Bangladesh dengan angin kencang dan hujan deras.

Badai itu mendarat pada tengah malam waktu setempat pada Sabtu (9/11) di dekat Pulau Sagar di Bengal Barat India, dan diperkirakan akan mendorong gelombang besar setinggi 7 kaki (2 meter).

Topan mengepakkan angin hingga 120 kilometer (75 mil) per jam ketika menghantam Sabtu malam, menutup pelabuhan dan bandara di kedua negara.

Menurut Departemen Meteorologi Bangladesh, embusan angin berkecepatan 150 km/jam dan menciptakan gelombang pasang surut di laut juga sungai ketika menghantam wilayah pesisir.

Satu orang meninggal di India pada Sabtu setelah tertimpa pohon tumbang di Kolkata, sedangkan yang lain meninggal dalam keruntuhan dinding di Negara Bagian Odisha terdekat. Empat lainnya tewas oleh pohon-pohon tumbang di Bangladesh, kata pejabat manajemen bencana setempat.

Di pesisir Khulna, distrik yang paling parah dilanda topan di Bangladesh, pohon-pohon bergoyang keras dan tercerabut dari tanah dalam badai ganas, menghalangi jalan, dan menghambat akses ke daerah itu. "Beberapa bagian dataran rendah distrik terendam banjir," kata Menteri Manajemen Bencana Enamur Rahman kepada AFP.

Pihak berwenang mengatakan Bulbul melemah saat bergerak ke daratan.

Bulbul menghantam pantai di Sundarbans, hutan bakau terbesar di dunia yang melintasi Bangladesh dan India, dan merupakan rumah bagi spesies yang terancam punah termasuk harimau bengal dan lumba-lumba irrawaddy.

Bakau melindungi pantai dari dampak badai, kata Wakil Kepala Biro Cuaca Bangladesh Ayesha Khatun kepada AFP.

Lebih dari 2 juta orang di seluruh Bangladesh dipindahkan ke tempat perlindungan topan.

Pasukan dikirim ke distrik-distrik pantai, sedangkan puluhan ribu sukarelawan bergerak dari rumah ke rumah dan menggunakan pengeras suara untuk mendesak orang-orang mengungsi dari desa mereka.

"Kami menghabiskan malam dengan 400 orang lainnya," kata Ambia Begum, yang tiba di tempat penampungan di kota pelabuhan Mongla, Sabtu malam, bersama keluarganya. (AFP/BBC/Hym/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More