Minggu 10 November 2019, 16:25 WIB

Ridwan Kamil Sampaikan Tiga Cara untuk Indonesia Adidaya

Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum
Ridwan Kamil Sampaikan Tiga Cara untuk Indonesia Adidaya

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

 

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan tiga cara Indonesia bisa menjadi negara adidaya saat mengisi materi Workshop Nasional kepada 1.800 anggota dewan Fraksi NasDem di JIExpo Kemayoran Jakarta, Minggu (10/11).

Sebelum mengungkap tiga cara untuk Indonesia adidaya, Ridwan Kamil mengingatkan kebermanfaatan anggota dewan kepada masyarakat. Karena itu yang menjadi kunci dalam menjalankan tugas dan amanah sebagai wakil masyarakat.

"Hakikat kita sebagai anggota dewan itu niatkan diri sebagai ibadah. Kemuliaan kita bukan dari jabatan tetapi dari perbuataan kita. Buat apa jadi anggota dewan/gubernur kalau masyarakat tidak merasakan manfaatnya. Lebih baik jadi ketua RT yang memberikan manfaat kepada masyarakat," tutur gubernur yang akrab disapa RK.

Menurutnya, dalam menjadikan negara yang sejahtera, makmur dan kuat ada tiga hal yang harus dijalankan anggota legislatif maupun eksekutif. Pertama adalah menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

"Syarat utama yang pertama adalah ekonomi harus dijaga 5% (stabil). Dengan didukung infrastruktur yang telah dibangun pemerintah dan penerapan digitalisasi pada pembangunan masyarakat seharusnya kita mampu mencapai itu," terang RK.

Keberadaan dan penguasaan teknologi, lanjut RK, berperan penting dalam mempertahankan stabilitas ekonomi. Masyarakat desa mampu berbuat lebih ketika memiliki akses dan memanfaatkan keberadaan pasar digital.

"Misalkan di Balai Desa itu saya pasangkan alat digital bekerja sama dengan startup Tokopedia. Agar masyarakat desa bisa langsung menjual produknya ke seluruh Indonesia melalui digital," terangnya.

Baca juga: Partai NasDem tidak Antikritik

Cara kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). SDM Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Hanya saja, masyarakat Indonesia masih memiliki kendala dalam komunikasi global. Oleh karenanya, kemampuan masyarakat Indonesia yang harus segera ditingkatkan adalah kemampuan berbahasa Inggris.

"Sebenarnya kualitas SDM Indonesia itu tidak kalah dengan negara asing misalkan Vietnam, kelemahan kita hanya satu, masih minim kualitas bahasa Inggrisnya. Oleh karena itu, perlu hadirnya kebijakan-kebijakan yang mengarah ke sana," imbuhnya.

Ketiga adalah menjaga perdamaian. Menurut RK, tidak akan ada pembangunan kalau tidak ada perdamaian. Perlu adanya usaha memastikan perdamaian demi mendorong kemajuan bangsa dan negara.

"Jangan sampai negara ini bubar, ada negara yang bubar? Ada, Yugoslavia. Kenapa? Karena setiap daerahnya tidak dapat menjaga kondusifitasnya. Maka negara tersebut bubar, karena terjadi peperangan yang tidak berkesudahan, kerusuhan yang tidak terselesaikan," tuturnya.

Pria yang juga karib disapa Kang Emil ini berharap kepada para anggota DPR Fraksi NasDem dan kader-kader Partai NasDem se-Indonesia untuk turut menjaga perdamaian bangsa Indonesia.

"Maka dari itu kepada anggota Dewan Partai NasDem dan Kader NasDem dapat melawan hasutan-hasutan tersebut, untuk mewujudkan restorasi, saya percaya itu," harapnya.

RK juga berharap ketika Partai NasDem memahami konsep itu, diharapkan Indonesia menjadi negara adidaya 2045 adalah hal mudah.

"Saya menitipkan kita pulang ke daerah, fokus pembangunan pada sumber daya manusia. Karena kuncinya itu," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More