Minggu 10 November 2019, 12:30 WIB

Relawan Turun Tangan Tanamkan Kepahlawanan

Ade Alawi | Humaniora
Relawan Turun Tangan Tanamkan Kepahlawanan

Dok Turun Tangan
Gubernur DKI Anies Baswedan memberikan arahan kepada relawan Turun Tangan, Jumat (8/11).

 

SEBANYAK 120 relawan dari berbagai daerah di Indonesia dengan antusias menyimak arahan dari Gubernur DKI Anies Baswedan di kediaman dinasnya, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Jumat (8/11).

Mereka adalah relawan yang tergabung dalam organisasi Turun Tangan. Mereka berkumpul di Jakarta dalam rangka Gathering Nasional pada 6-10 November.

Dalam arahannya, Anies, yang juga inisiator Turun Tangan pada 2013, memaparkan pentingnya leadership (kepemimpinan) dalam jiwa relawan Turun Tangan.

"Leadership itu harus menempatkan diri kita apa adanya dan menumbuhkan kebiasaan diri pribadi. Sehingga, saat memimpin, itulah pribadi Anda. Oleh karena itu, kebiasaan-kebiasaan baik harus ditumbuhkan sebelum menjadi pemimpin," kata Anies.

Baca juga: Hari Pahlawan, Momen Tepat Tumbuhkan Nilai Kepahlawanan

Mantan Mendikbud ini meminta kepada relawan Turun Tangan untuk tidak mengejar kekuasaan semata.

"Jangan kejar posisi, tapi kejar potensi untuk berkembang. Jika Anda kapabel, Anda akan tetap mempesona di posisi mana pun," tandasnya.

Turun Tangan adalah sebuah inkubasi kepemimpinan pemuda dengan pendekatan gerakan kerelawanan. Sebanyak 53 kota/kabupaten se-Indonesia bergerak dengan 107 gerakan kerelawanan di bidang pendidikan, lingkungan, sosial kemanusiaan, edukasi politik, dan kesehatan.

Mereka tersebar mulai dari Aceh, Lhokseumawe, Pidie, Subulussalam, Tapaktuan, Langsa, Medan, Pekanbaru, Samarinda, Banjarmasin, Palangkaraya, Kayong Utara, Tanah Bumbu, Konawe, Banjarbaru, Palu, Parigi, Makassar, Samarinda, Bali, Lombok, Ambon, Bandung, Serang, Tangerang, Cirebon, Semarang, Magelang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Jember.

Ketua panitia sekaligus ketua Turun Tangan Jakarta, Juang Akbar Magenda, mengatakan pelaksanaan Gathering Nasional  bertepatan dengan Hari Pahlawan pada 10 November. Karena itu, tema yang diusung adalah "Relawan itu Pahlawan".

"Harapannya para relawan dapat terinspirasi, belajar, dan meneladani nilai-nilai kepahlawanan, seperti rela berkorban, tulus, berkomitmen memajukan bangsa dan negara, " ujarnya kepada Media Indonesia, Minggu (10/11).

Gathering Nasional, kata dia, selain silaturahim antar-Turun Tangan Daerah, juga peningkatan kapasitas relawan.

Direktur Eksekutif Turun Tangan Angger Sutawijaya mengharapkan berkumpulnya relawan Turun Tangan bukan sebuah euforia.

"Tapi mudah-mudahan bisa berdampak kebaikan kepada orang lain dan berdampak buat Indonesia," katanya.

Gathering Nasional dibuka secara oleh ketua Turun Tangan M.Chozin Amirullah.

Pembicara yang diundang dalam Gathering Nasional ini antara lain Novel Baswedan, penyidik KPK, Pandji Pragiwaksono,  pendiri Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, Haris Azhar, Direktur Eksekutif Lokataru, Najeela Shihab, Founder Kampus Guru Cikal dan Komunitas Guru Belajar.

Selain itu ada Suci Hendrina, Public Relation Manager Wardah Cosmetic, Subhanudin Husein, Strategic Development Manager Indonesia Mengajar, Zahra Fajardini, Director of Education Nizamia Andalusia School, Abdul Rahman Ma’mun, CEO Magnitude Indonesia, dan Majlis Belia Malaysia dan Institut Darul Ehsan Selangor, Malaysia. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More