Minggu 10 November 2019, 10:15 WIB

Grain Traders Hadirkan Makanan Sehat yang Praktis

Purwandhari | Weekend
Grain Traders Hadirkan Makanan Sehat yang Praktis

MI/Purwandhari
Grain Trader

MASIH ada beberapa orang yang percaya cita rasa makanan sehat itu kurang enak. Padahal, pendapat tersebut kurang tepat. Pasalnya, membuat makanan sehat sekaligus enak tidak susah.

Lebih-lebih makin banyak orang yang sadar kesehatan sehingga mau menjalani gaya hidup sehat. Jadi, tidak hanya olahraga secara rutin yang dilakukan, tapi pelaku healthy life pasti sangat memerhatikan asupan makanan.

Namun, ada kalanya waktu menjadi kendala, sehingga tidak bisa memasak sendiri makanan. Tidak usah bingung, jika ingin praktis, silakan ke Grain Traders yang ada di World Trade Centre 5, Jakarta.

Restoran asal Singapura ini didirikan pertama kali pada 2015 dan menyajikan  berbagai menu sehat yang unik dan kreatif. Ini pula yang disajikan di Jakarta.

'Build your own bowls'  menjadi tema makan di restoran yang homey itu. Ada grain silo ditempatkan di tengah ruang dan beragam benda seni karya perajin juga artisan Indonesia yang mempercantik restoran.

Baca juga: Berkumpul dalam Cita Rasa Melayu

Menu Grain Traders dirancang Culinary Director, Gisela Salazar Golding.

"Silakan menciptakan menu sendiri. Berkreasilah sesuai selera Anda," kata Gisela sambil melayani tamu saat press gathering di Grain Traders, Jakarta, Rabu (6/11).

Menciptakan menu sendiri sangat menyenangkan. Sebab Grain Traders menyiapkan 6 grain, 7 protein, 16 sayuran, 6 dressing, dan 7 topping.  

Semuanya sudah dimasak. Ada yang dipanggang, ditumis, dibakar, dan ada juga yang dimasak memakai teknik slow cooking atau sous-vide.

"Kami tidak memakai perasa artifisial dan gula. Asal tahu cara memasak dan mengolahnya, kita bisa tetap menciptakan masakan yang sehat dan lezat," ujar Gisela.

Semua sayuran yang dipakai adalah sayuran lokal.

"Tapi sayuran bisa berbeda karena tergantung musim. Contohnya kembang kol. Saat musim hujan, ketersediaan kembang kol berkualitas bagus terbatas," ujar Adhi Putra Tawakal, Marketing Manager Grain Traders.

'Pick a base, a protein, 2 veggies, a side, a topping & a sauce'. Itulah aturannya.  Maka, untuk memudahkan pelanggan, semua hidangan ditata secara berkelompok.

Dari kelompok grain, antara lain ada black rice with caramelised onion and leek, barley risotto with mushrooms, quinoa, dan nasi lemak brown rice.

Quinoa atau kinoa adalah sumber gizi karena mengandung karbohidrat dan protein asam amino esensial termasuk kalsium, fosfor, dan besi.

Sementara beras hitam mengandung antocyanin yang tinggi yang mampu menurunkan kadar trigliserida (lemak jahat dalam darah) dan meningkatkan kadar HDL( kolesterol baik).

Lalu dari kelompok protein ada sous-vide chicken breast with balsamic dressing, lentil & millet patties, donburi salmon, dan marinated tuna tataki.

Sementara beberapa sayuran yang ditawarkan, yaitu roasted cauliflower, zucchini & fine beans mixed tomato, salad with yuzu dressing dan roasted sweet potatoes with miso butter.

Lalu untuk topping-nya, ada mix seeds, fresh local chillis, dan roasted chickpeas.

Ini masih ditambah dengan beragam saus, antara lain coconut curry, basil & balsamic vinaigrette, dan wasabi mayo.

Pelanggan tinggal memilih, lalu waiter 'memindahkan' sayur dan lain-lainnya ke bowl pelanggan.

"Kami juga menyediakan aneka acar. Dijamin rasanya enak dan sehat. Misalnya pineapple kimchi yang difermentasikan  selama 24 jam untuk menghasilkan rasa segar dan pedas yang alami tapi kaya vitamin dan probiotik yang mendukung kesehatan saluran pencernaan," papar Adhi.

Soal harga, sepadan dengan sajian yang dihidangkan. Harganya mulai dari Rp 85 ribu.

Namun, karena berada di area perkantoran, pengunjung hanya bisa menikmati sajian sehat pada hari Senin hingga Jumat.

"Karena di Singapura, kami juga membuka Grain Traders di area perkantoran," tutur Javier Perez, founder Grain Traders.

Nah, bagi  Anda yang lokasi kantor dan rumahnya jauh dari WTC, jangan cemas. Sajian sehat ini juga dapat dipesan melalui GrabFood. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More