Minggu 10 November 2019, 07:40 WIB

Cara NasDem Menjaga Jokowi

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Cara NasDem Menjaga Jokowi

MI/Susanto
Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani.

 

PARTAI NasDem tidak menginginkan pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua menjadi otoriter karena kurangnya kekuatan oposisi sebagai penyeimbang. Hal itu menjadi salah satu alasan Partai NasDem mengambil inisiatif untuk menjalin komunikasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selaku pihak yang berada di luar koalisi pemerintahan.

"Kami ini mendukung Pak Jokowi itu tidak berhenti sampai dengan pembagian kursi kabinet saja. Tanggung jawab NasDem itu sampai dengan 2024. Maka, NasDem harus membangun koalisi bukan cuma di dalam, tapi juga dengan partai politik yang ada di luar untuk jaga, checks and balances," tutur Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani di sela Kongres II Partai NasDem yang berlangsung di Kemayoran, Jakarta, kemarin.

Irma melanjutkan, proses checks and balances selama lima tahun ke depan harus berjalan baik. NasDem ingin memastikan partai di luar koalisi mampu menghasilkan kritik yang konstruktif dan solutif yang tentu sangat dibutuhkan dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

Di lain sisi, NasDem juga ingin memastikan bahwa kritik yang disampaikan tidak bersifat destruktif terhadap pemerintahan.

Untuk itu, Irma menjelaskan tidak tepat apabila ada pihak yang menyebut dan curiga bahwa NasDem melakukan politik dua kaki untuk mengkhianati pemerintahan Jokowi. NasDem sama sekali tidak berniat untuk membangun poros politik baru.

"Kenapa harus curiga? Ini pilpres saja baru selesai, kan enggak mungkin namanya NasDem itu yang mendukung presiden tanpa syarat dan tanpa mahar dari 2014 mau meninggalkan yang sudah kita menangkan begitu saja. Itu pekerjaan bodoh, pekerjaan sia-sia, dan enggak mungkin kita lakukan."

 

Pasar Restorasi

Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel,  meninjau sekaligus membuka Pasar Restorasi yang menampilkan berbagai produk usaha kecil dan menengah (UKM) dari 34 provinsi di Indonesia. Keberadaan Pasar Restorasi merupakan bagian dari acara kegiatan Kongres II dan perayaan HUT ke-8 Partai NasDem.

"Kita ini punya kekayaan yang luar biasa, dari hasil laut, bumi, kebun, hingga pertanian. Begitu pun dengan budaya yang sangat luar biasa, dari kerajinan tangan hingga kain batik tenun ikat yang sangat baik," tutur Rachmat Gobel di JI Expo Kemayoran, Jakarta, kemarin.

MI/ADAM DWI

Suasana Pasar Restorasi di Kongres Partai NasDem, di area parkir timur JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/11).

 

Ia melanjutkan, produk UKM dalam negri sudah harus mampu bersaing di tingkat internasional. Terlebih saat ini pemerintah telah mengoptimalkan peluang pertumbuhan usaha dalam negeri dengan meningkatkan infrastruktur untuk mempermudah distribusi.

"Infrastruktur yang baik bisa menurunkan biaya distrbusi. Ditambah Presiden juga memiliki kebijakan untuk mendorong ekonomi, tidak hanya dari pusat, tetapi juga dari pinggiran, dari desa-desa," tutur Rachmat Gobel.

Pasar Restorasi diikuti oleh 25 UKM yang terpilih berdasarkan proses seleksi dari 200 lebih pendaftar. Panitia menyeleksi berdasarkan kategori jenis usaha dan besaran modal yang mereka miliki. Seluruh peserta yang membuka stan pameran diberikan tempat secara cuma-cuma alias gratis.

Ada tiga jenis UKM yang ditampilkan pada Pasar Restorasi, yaitu usaha di bidang kuliner, fesyen, dan agribisnis. Semua UKM yang terpilih tersebut mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan produk mereka di atas panggung Pasar Restorasi yang disiapkan oleh panitia penyelenggara kongres. (Nur/Zug/*/P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More