Sabtu 09 November 2019, 23:49 WIB

Ini Poin-Poin Sambutan Surya Paloh saat Buka Kongres II NasDem

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Ini Poin-Poin Sambutan Surya Paloh saat Buka Kongres II NasDem

MI/Pius Erlangga
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat membuka Kongres II Partai NasDem

 

PARTAI NasDem resmi menggelar Kongres II di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, mulai 8-11 November 2019, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dalam pidato pembukaan Kongres II menegaskan, penyelenggaraan kongres merupakan wujud konsolidasi partai.

Berikt poin-poin pidato Surya Paloh di hadapan sekitar 8.000 peserta kongres saat membuka Kongres II NasDem bertema Restorasi untuk Indonesia Maju itu, Jumat (8/11)

1. "Kongres diantaranya merupakan wujud  langkah konsolidasi partai.".

2. "Kongres kali ini ada peningkatan. Pada Kongres 1 ada 5.000 peserta dan yang ke dua 8.000 peaerta . Peningkatan juga pada posisi di DPR dengan 36 kursi di Pemilu  2014 menjadi 59 kursi pada Pemilu 2019. Begitupun peningkatan ditunjullan dengan 3 kali ikuti Pilkada. Kini kita memiliki lebih kurang 200 kpala daerah, mulai dari gubernur bupati dan walikota. Tentu ini patut  diayukuri. Itu semua adalah hasil kerja bersama kita senuanya yang memiliki partai ini."
 
3. "Konsolidasi terus kita tingkatkan dan juga kepekaan dan jalinan kesatuan pikiran, pandangan dan cita-cita. Kita konsisten dengan misi besar ,gerakan perubahan. Misi yang mulia. Bagi kemajuan atau progress kehidupan kebangsaan."

4. "Syarat utama yang harus dihadirkan oleh semua elemen masyarakat yaitu menyatukan spirit mencapai cita-cita bersatu. Harus kita singkirkan, hal-hal yang dapat menporak-porandakan persatuan kita dari segala suku."

5."Misi NasDem adalah agar senua potensi yang dimilki anak negeri ini adalah saudara sebangsa dan setanah air tanpa kita pikir latar belakang."

6. "Maka komunikasi politik yang ada adalah yang cair  tanpa sekat hambatan ;diantara pengusung yang ada didalam pemerintah ataupun di luar pemerintah."

7. NasDem sangat bisa memahami tekad dan semangat ketika kehadiran sebagai institusi partai politik dalan peran sinergis pada sistem demokrasi .Bukan sekedar kegiatan menyiapkan dari satu pemilu ke pemilu lainnya, tapi proses pendidikan politik dari waktu ke waktu tiada henti."

8. "Dari proses inilah ada kewajiban partai unttuk national interests. Kepentingan bangsa diatas kepentingan partai.Tak ada arti kebanggaan dari isntitusi partai kalo hanya menikirkan tentang partainya saja, NasDem bukan tipe parpol yang demikian. Bukan"

9. "Kita adalah kita yang kenal diri dengan niat baik, ketulusan dan kejujuran  bahwa menjaga Indoensia diatas kepentingan partai."

10. "Paling tidak maka diharapkan pikiran untuk utamakan semangat persatuan dan kesatuan bangsa tidak boleh dihentikan oleh siapapun dan atas alasan apapun. Kita bangga sebagai anggota nasdem tapi kita harus lebih bangga  menjadi rakyat indonesia."

11. "Jadi bukan hanya sebagai partai pengusung saja, atau harus memikirkan posisi yang ada didalam penerintah  saja. Cara pikir seperti ini salah. Itu bukan cara pikir NasDem. Seperti itu namanya berpikir pendek dan cerek. Seperti itu pasti bukan NasDem."

12. "Kita mau agar komitmen kebangsaan yang dimilki, yang diharapkan dan diamanatkan Bung Karno dan Bung Hatta secara  konsisten dijalankan oleh partai ini."

13. "Kita bersyukur kita berada dalam barisan partai pendukung pemerintah. Bangga. Untuk itu pertebal komitmen Kita agar pemerintah yang diusung ini bisa meninggalkan legacy yang hebat. Karena niat baik dan komitmen inilah maka NasDem bila perlu sacrifice diri sebagai parpol pembawa kebaikan walau diterpa sinisme dan kecurigaan."
.
14. "Kita berbesar hati, di usia 8 tahun tapi pepatah juga mengatakan tidaklah salah kita belajar dari yang lebih muda. Pada kongres kedua kita percaya bahwa dengan spirit dan semangat yang sama kita harus tegak berdiri. Sebagai partai baru harus lebih banyak belajar dari yang lebih senior."

15. "Tapi kita juga harus tahu diri , kalau mau lebih maju dan lbh hebat maka harus kerja lebih keras lagi. Kalo mau peroleh kursi lebih tinggi lagi, maka harus ada konsistensi antara ucapan dan perbuatan."

16. "Diperkukan komitmen dan kesetiaan yang kuat bukan hanya janji  dan ucapan bilang akulah yang paling setia. Karena apa ? Ketika ada ujian berat dihadapi presiden, diperkirakan jangan-jangan hanya NasDem yang akan tinggal bersama Presiden Jokowi (Joko Widodo)."
.
16. "Inilah kita NasDem, Kongres ke II kita laksanakan untuk mampu merapatkan soliditas yang kita miliki, seraya memikirkan langkah  jalankan kemaslahatan yang diperjuangkan bersama."

17. "Saya kecewa adanya proses pendidikan politik yang sedang kita jalani sekarang dan dengan segala upaya , maka insya Allah akan berhasil  baik. Saya percaya kalau memang kita konsisten terus dari waktu ke waktu dan berani mengembangkan alternatif pikiran yang tidak  hanya terjebak pada langkah normatif, tapi berani melangkah jauh dari pendekatan normatif, boleh lah di Pemilu yang akan datang kita bisa menjadi partai pemenang. Bisa ada yang senang atau bersyukur dan bisa juga ada yang bilang tidak mungkin. Semua kemungkinan itu tentu ada, senang dan tidak senang."

18. "Tapi kita mau dikenang sebagai parpol yang konsisten, bukan hanya pendekatan raisonalits, tapi juga mempertajam hati dan nurani diri. Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme dan curiga serta intrik. Hingga berkunjung saja kepada kawan tehah menimbulkan kecurigaan. Ini menunjukkan tingkat diskursus politik yang picisan. Rangkulan dimaknai dengan tafsir dan dicurigai."
 
19. "Prinsip politik dan yang dianut liberal tapi dalam praktek  ;sangat kolot, ortodok. Disini ada pradoks. Bilang mau maju bersama tapi mundur. Mau gotong royong tapi mau menang sendiri. Maka sepertinya sedang menjalankan Pancasila sebagai pegangan hidup, way of life tapi sesungguhnya tidak melaksanakan. Ngaku nasionalis dan Pancasilais tapi bukti nya apa ? Rakyat perku bukti Partai mana yang terapkan nilai-nilai pancasila."

20. "Kalo ada partai yang terus sisnis, propaganda kosong dan mengundang kelahi, itu berlawanan dengan Pancasila. kalau NasDem akan jadi Pancasilais, maka bersikaplah rendah hati, rangkul teman, salam teman, tawarkan pikiran bersama teman, jangan musuhi teman. Kalau tidak dijalankan maka yang menangis adalah proklamator bangsa ini."

21. "Inilah momen pada kongres kedua di tanah air. Pelopor rendah hati, mau mendengar dan menerima kritik. Hormatilah kritik teman. Indonesia membutuhkan itu semua, sehingga tidak terjadi dimana partai tidak searah lalu jadi musuh bebuyutan, seakan tak ada tempat  bergandengan tangan. Yang seperti itu bukan Indonesia."

22. "Bangkitlah Indonesia bersama, bersatu, dan buanglah syak-wasangka. Jangan hina kawan atau orang lain. Kalau tidak bsia bantu maka tidak boleh menghina. Kongres yang baik disiapkan."

23. Mari kita laksanakan kongres dengan baik dan ikuti dengan lebih bersemangat. Kita mau Indonesia maju. Terima kasih

(OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More