Sabtu 09 November 2019, 23:19 WIB

Ketika Kongres Partai Bersanding dengan Pameran Teknologi

Abdillah Muhammad Marzuqi | Humaniora
Ketika Kongres Partai Bersanding dengan Pameran Teknologi

MI/Pius Erlangga
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh meninjau pameran teknologi pertanian di Kongres II Partai NasDem

 

TIDAK selayaknya pameran teknologi dan kongres partai bisa bergandeng tangan. Begitulah menariknya perhelatan Kongres II HUT ke-8 Partai NasDem. Kongres bertema Restorasi untuk Indonesia Maju itu menghadirkan pameran produk bertekonologi tinggi.

Setidaknya terdapat dua produk yang bisa ditenggok yakni Aeropro dan Ferto. Aeropro adalah pesawat nirawak dengan berbagai fungsi. Dalam bidang pertanian, pesawat nirawak itu bisa berguna untuk luas lahan, menghitung jumlah pohon, hingga mendeteksi kesuburan tanah.

"Ini fungsinya kalau dibidang pertanian bisa mengukur luas lahan pertanian, bisa menghitung jumlah pohonnya, dan bisa mendeteksi kesuburan tanahnya," terang CEO Inaero Christy Aryani Sunaryo

Aeropro dihadirkan dengan dua model yakni tipe A dan tipe B. Masing-masing punya kemampuan untuk terbang dengan cruise speed 60-130 kmh dan wind resistence up to 120 kmh dengan durasi terbang mencapai 120 menit.

"Bedanya pilot-nya yang tipe B lebih besar dibanding yang tipe A," tambahnya.

Baca juga : NasDem Ingin Masyarakat Indonesia Manfaatkan Kemajuan Teknologi

Memang bukan kelaziman pameran teknologi di kongres partai politik. Christy mengungkap awal mula produknya bisa masuk Kongres Partai Nasdem.

"Awalnya kita masuk ke program Kemenristek, kita masuk pengusaha pemula berbasis teknologi. Di pameran itu ada salah satu panitia yang melihat teknologi kami bisa mendukung di bidang pertanian dann kemaritiman. Jadi kami diundang ke sini," tambah Christy.

Sedangkan Ferto adalah drone pertanian yang berfungsi untuk penyemprotan cairan. Drone tersebut punya dua versi drone pertanian yakni Ferto 05 dan Ferto 15. Keduanya didesain dengan rangka lipat untuk memudahkan mobilisasi.

Perbedaan mendasar hanya pada kapasitas angkut, Ferto 05 punya kapasitas muatan hingga 5 liter, sedangkan Ferto 15 berkapasitas hingga 15 liter. Ferto 15 mampu terbang selama 10-15 menit dan bisa menyesuaikan kontur tanah secara otomatis.

"Jadi Perto 05 ini produk khusus pertanian yang digunakan untuk kebutuhan herbisida, pestisida, maupun penyemprotan pupuk. Yang penting berupa cairan," terang Marketing Chief Operation PT Karya Solusi Angkasa Arif Juwarno.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Siswono Yudo Husodo mengungkapkan apresiasinya atas karya anak bangsa tersebut.

"Kita dengan penuh rasa bangga menyaksikan anak-anak muda sangat inovatif. Dalam rangka hadapi tantangan masa depan ini membuat proses produksi pertanian yang sangat efisien," terang Siswono.

Menurutnya, drone tersebut akan sangat berguna bagi perkembangan pertanian berbasis teknologi. Usai pemaparan, Siswono menilai penggabungan dua teknologi tersebut akan bisa selaras.

"Kita bisa liat ada pesawat drone yang bisa melihat tanah mana yang subur mana tidak subur. Mana yang kurang pupuk. Kita melihat kemudian selama 15 menit menyiram baik pupuk atau air, menyiram 2 hektar dalam dua menit, sehingga tadi dicontohkan untuk 500 hektar cukup dua biji, tidak sampai setengah hari," terang Siswono.

Siswono juga menilai bahwa Indonesia punya wilayah dengan kontur tanah yang berbeda ketinggian, hal itu membuat keberadaan drone penyiram itu sangat berguna.

"Ini sangat penting kalau di indonesia banyak tanah perbukitan, sungainya ada dibawah. Kalau pakai pompa terlalu mahal sehingga tidak sampai. Drone ambil air dibawah, dibawa ke atas lalu disiram, 15 menit untuk 2 hektar. Itu bagus," pungkasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More