Sabtu 09 November 2019, 22:10 WIB

Fakhri Husaini Sebut Aksi Boikot tak Pengaruhi Performa Tim

Rahmatul Fajri | Sepak Bola
Fakhri Husaini Sebut Aksi Boikot tak Pengaruhi Performa Tim

Antara/Aditya Pradana Putra
Laga Kualifikasi Piala Asia U-19 yang mempertemukan Indonesia dan Hong Kong

 

PELATIH tim nasional sepak Indonesia U-19 Fakhri Husaini mengaku heran dengan aksi boikot dari sebagian fans terkait reformasi PSSI merembet ke pertandingan anak asuhnya di kualifikasi Piala Asia U-19 2020.

Menurut Fakhri tak ada korelasi antara kecewa dengan federasi dan boikot pertandingan tim nasional. Ia mengatakan jika para fans sejati benar-benar mendukung tim nasional, tak peduli kondisi yang saat ini ada di federasi.

"Ada perbedaan yang suporter cinta bola dengan yang cinta PSSI. Yang cinta sepak bola mereka gak peduli soal organisasi. Buat saya aneh saja, reaksi terhadap federasi ke timnas juga , apa logika berpikirnya," ungkap Fakhri usai pertandingan melawan Hong Kong, kemarin.

Fakhri mengatakan anak asuhnya membutuhkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Indonesia dalam perjalanan di babak kualifikasi Piala Asia U-19 2020 ini.

Baca juga : Timnas U-19 Bertekad Raih Hasil Maksimal di Laga Kontra Korut

Namun, ia mengaku jika suporter malah memboikot dan tak ingin menyaksikan pertandingan, itu tak akan menghalangi timnya meraih kemenangan.

"Mereka ini anak-anak muda yang butuh dukungan dan support. Tapi, bagi isaya ada atau tidak ada penonton, kami main seperti tadi (lawan Hong Kong), tidak sedikitpun semangat bermain kami berkurang, meski tak ada satu pun yang menonton," ujar Fakhri.

Saat ini, timnas U-19 Indonesia memuncaki klasemen Grup K dengan 6 poin, unggul 2 poin dari Korea Utara. Selanjutnya, David Maulana dan kawan-kawan akan menghadapi Korea Utara di laga pamungkas.

Hasil imbang cukup mengantarkan mereka lolos ke putaran final Piala Asia U-19 di Uzbekistan pada 2020 mendatang. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More