Sabtu 09 November 2019, 21:35 WIB

Kelola Sampah, Ini Tiga Strategi yang akan Diterapkan Ibu Kota

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Kelola Sampah, Ini Tiga Strategi yang akan Diterapkan Ibu Kota

MI/Andry Widiyanto
Sampah yang menumpuk di Banjir Kanal Timur

 

TAK ingin hanya mengandalkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPSY) Bantargebang sebagai solusi mengatasi sampah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berupaya untuk menciptakan strategi pengelolaan sampah mandiri.

Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Saefullah menyebutkan, pihaknya menyiapkan 3 strategi untuk mengolah timbunan sampah milik ibu kota.

"Ada tiga strategi yang kita fokuskan. Strategi itu juga masuk dalam Kegiatan Strategis Daerah (KSD)," ucapnya di Jakarta, Sabtu (9/11).

Ketiga strategi itu ialah pengurangan sampah di sumber, Optimaliasasi TPST Bantargebang, dan Pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF).

Saefullah menuturkan, strategi pengurangan sampah di sumber dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan menggencarkan gerakan Sampah Tanggung Jawab Bersama (Samtama).

Baca juga : Sampah Menggunung, TPA Cipayung kian Kritis

Inisiasi Samtama itu melalui RW percontohan, pengembangan bank sampah, pengembangan TPS 3R (Recycle Center), serta kampanye dan menyusun regulasi pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.

Gerakan tersebut sementara ini difokuskan di 22 RW sebagai contoh bagi 2.927 RW lainnya di Ibukota.

"Gerakan Samtama ini baru ada di 22 RW yang menjadi contoh. Tapi lambat laun pasti bertambah. Masyarakat akan makin sadar untuk mengurangi sampah," jelas Saefullah.

Untuk pembangunan ITF, DPRD DKI sudah menyepakati usulan anggaran pengkajian pembangunan pusat pengolahan sampah intermediate treatment facility (ITF) sebesar Rp6 miliar.

Rencana pembangunan yang diajukan Dinas Lingkungan Hidup DKI itu berada di tiga lokasi, yaitu di wilayah Cilincing, Jakarta Utara; Rawa Buaya, Jakarta Barat; dan wilayah Jakarta Selatan. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More