Sabtu 09 November 2019, 21:16 WIB

Menpora Gendong Atlet Disabilitas Sulut Api Peparpenas 2019

mediaindonesia.com | Olahraga
Menpora Gendong Atlet Disabilitas Sulut Api Peparpenas 2019

DOK KEMENPORA
Menpora Zainuddin Amali membantu atlet pelajar disabilitas melakukan prosesi penyulutan api Peparpenas IX.

Dalam upacara pembukaan Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas)  IX Tahun 2019 di GOR Pulogadung, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (8/11) sore, Menpora  Zainuddin Amali bersama atlet pelajar disabilitas melakukan prosesi penyulutan api Peparpenas IX berlangsung sukses.

Prosesi penyulutan api dilakukan Menpora bersama atlet pelajar  disabilitas. Adapun pembawa obor pertama oleh M Afrizal Syafa (Boccia) dari Jawa Tengah. Dari Afrizal, obor pun diserahkan kepada Menpora dan dari Menpora, obor diberikan kepada Fajar Tri Hadi (renang) dari DKI Jakarta.

Menpora bersama kedua atlet disabilitas tersebut langsung menyerahkan kepada M Khafid Umar (renang) dari DKI Jakarta dan dilanjutkan kepada Al Imran Anasrus (atletik) dari DKI Jakarta dan diakhiri oleh Latifah Fitri (renang) dari Riau.

Namun Latifah yang bertugas menyulut api, nampak tercenung sambil melihat ke arah kaldron saat digendong Menpora, Latifah Fitri dengan sukses melaksanakan tugasnya menyulut api ke kaldron. Proses tersebut berlangsung dramatis dan mengundang rasa haru penonton di GOR Pulogadung, Rawamangun.
 
Menpora pun merasa terharu usia melakukan penyulutan api ke kaldron. "Saya terus terang merasa terharu melihat semangat mereka (atlet  disabilitas). Kaum disabilitas kita semangatnya sama dengan kita. Itu yang membuat saya bersama teman-teman dari Kemenpora terharu. Dan tentu kita berharap kedepannya perhatian khususnya pemerintah daerah terhadap kaum disabilitas khususnya untuk olahraga mereka difasilitasi dan diberi ruang sama dengan yang lain, " ucapnya.

Semangat mereka ini, lanjutnya, membuktikan bahwa mereka tidak ada perasaan minder, walapun mereka secara fisik ada kekurangan. "Kami dari Kemenpora tentu akan mendorong terus agar kegiatan seperti ini akan lebih banyak sehingga mereka punya kesempatan yang banyak untuk bisa berkreasi, beraktivitas dan menunjukkan prestasi meraka," jelasnya.

"Kita tahu selama ini, belum banyak memberikan perhatian kepada mereka dan sekarang ini pemerintah terutama dalam rangka pembangunan sumber daya manusia maka mereka menjadi bagian  untuk program-program membangun sumber daya manusia," tambahnya. (RO/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More