Minggu 10 November 2019, 02:00 WIB

Kiftiah dan Ahmad Farhan Kembalikan Audri!

Galih Agus Saputra | Weekend
Kiftiah dan  Ahmad  Farhan Kembalikan Audri!

MI/PIUS ERLANGGA
Kiftiah dan Ahmad Farhan Kembalikan Audri!

Meski bahkan bertahun-tahun tidak lagi mendengar kabar dari orang terkasih, mereka tetap tidak surut harapan untuk bertemu lagi.

Episode Kick Andy yang berjudul Orang Hilang menampilkan orang-orang yang terus mencari keberadaan sanak keluarga mereka yang tiba-tiba hilang tanpa kabar. Meski ada yang bertahun-tahun tidak bertemu, mereka tetap menyimpan keyakinan akan kabar baik. Berputus asa, apalagi melupakan, juga tidak mungkin jadi pilihan mereka karena begitu besarnya cinta untuk orang-orang terkasih itu, terlebih jika memikirkan kondisi memprihatinkan yang kini mungkin sedang dialami orang-orang hilang itu. Berikut kisahnya:

PADA episode ini, Kick Andy juga menghadirkan Kiftiah. Perempuan asal Bogor, Jawa Barat, itu, kehilangan putrinya, Audri Viranti Islandi, yang masih berusia 16 tahun pada 29 Juli 2019.

Masa itu, Audri sedang aktif menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di sekolah. Peristiwa hilangnya Audri berawal saat ia berpamitan untuk belajar kelompok di rumah teman. Meski sempat terlihat di sekolah, Audri tidak pernah sampai ke rumah sang teman.

Audri yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara itu ialah siswa SMK kelas dua di Bina Teknika, Bogor. Sepuluh hari setelah ia menghilang, keluarga sempat mendapat pesan singkat yang mengatasnamakan Audri. Pesan itu menjelaskan bahwa Audri baik-baik saja. Sang pengirim pesan melarang orangtua khawatir serta mengatakan bahwa Audri hanya ingin membantu keluarga.

Paman Audri, Ahmad Farhan, yang juga hadir di Kick Andy menjelaskan jika pesan itu dikirim dengan nomor berkode +601, yang menggambarkan dari luar Indonesia. Pesan itu juga memiliki gambar logo layaknya logo perusahaan, bergambar bola dunia berwarna hijau dengan tulisan 'TOP Management'.

"Setelah itu juga sempat kami telepon, tetapi hanya diam saja dan setelahnya diblokir nomor kita. Kita coba juga dengan nomor lain yang tidak diketahui oleh dia, tetapi ternyata sudah tidak aktif," tutur Ahmad Farhan.

Namun, Ahmad meyakini sang pengirim pesan bukanlah kemenakannya. Berdasarkan amatan teks yang dilakukannya, bahasa yang digunakan si pengirim pesan bukanlah bahasa sehari-hari yang digunakan Audri. Kepada keluarga Audri biasa menyebut dirinya Audi, sementara kata-kata yang ada di dalam pesan tidak menunjukan demikian.

Selain itu, kejanggalan juga terlihat dari unsur legal. Dengan usia Audri yang baru 16 tahun, semestinya sulit baginya untuk memiliki kelengkapan berkas perjalanan ke luar negeri.

Berbagai upaya kemudian dilakukan keluarga untuk mencari Audri. Tidak hanya menyebarkan pamflet di berbagai tempat, keluarga juga menyebar foto Audri dengan mencantumkan nomor Ahmad dan Kiftiah. Namun demikian, hingga saat ini belum ada kabar tentang keberadaan Audri.

Kiftiah juga mengatakan bahwa semenjak tahun lalu hingga kini, media sosial Audri sudah tidak aktif. "Facebook-nya sudah tidak pernah aktif. Instagram juga tidak punya," imbuh Kiftiah.

Audri di mata keluarga ialah pribadi yang baik dan tidak pernah memiliki musuh, baik di lingkungan sekitar maupun di sekolah. Maka dari itu, kepergiannya lantas menjadi pukulan berat apalagi setelah benar-benar dinyatakan hilang sejak 30 Juli silam.

Meski demikian, Kiftiah yakin hingga saat ini jika Audri yang memiliki ciri-ciri bekas jahitan di dekat mata kanan itu berada di suatu tempat. Untuk masyarakat yang barangkali dapat mengenali atau mengetahui keberadaan Audri, keluarga berharap dapat menghubungi nomor Ahmad di 085771747604. (Gas/M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More