Sabtu 09 November 2019, 19:11 WIB

Bangun Material Konstruksi Berkelanjutan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Bangun Material Konstruksi Berkelanjutan

Dok. IAPMO Group Indonesia
Penyelenggaraan ajang ISCOP

 

SEKTOR pembangunan selalu menjadi sektor vital yang menentukan arah perkembangan suatu bangsa. Dalam perkembangannya, sektor pembangunan melibatkan banyak pihak termasuk pemerintah, industri, serta akademisi.

Pemerintah melalui komitmennya dalam Sustainable Development Goals (SDG’s) 2030 berkomitmen dalam hal infrastruktur, industri, lingkungan, akses air dan sanitasi, serta pendidikan atau sumber daya manusia.

Dunia saat ini ditantang untuk senantiasa melakukan pengembangan dalam suatu sistem yang berkelanjutan sehingga kerjasama yang baik pada setiap sektor sangat diperlukan.

Dalam upaya menjembatani setiap sektor yang terkait, IAPMO Group Indonesia, Green Product Council Indonesia (GPCI), dan Asosiasi Plambing Nasional (APIN) membuat rangkaian event yang bertajuk Indonesia Sustainable Construction and Plumbing (ISCOP).

Event bertemakan “Advancing Sustainable Construction Materials and Plumbing System for A Sustainable Future” ini diselenggarakan pada 6-8 November 2019 di JI Expo, Jakarta.

Baca juga : ISCOP Dorong Penerapan Industri Hijau

Senior Vice President sekaligus Kepala Lembaga Penilai Kesesuaian PT IAPMO Group Indonesia Shirley Dewi mengatakan penggunaan produk konstruksi dan produk plambing yang ber-SNI dan berlabel produk hijau akan melindungi pengguna dalam aspek keselamatan dan kesehatan.

“Serta meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi, mereduksi limbah dan polusi terhadap lingkungan. Dan sejalan dengan visi pemerintah untuk SDG 2030,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ke depan, ISCOP akan dijadikan program tahunan bersamaan dengan event konstruksi Indonesia. Rencananya ISCOP 2020 akan diadakan pada 25-27 November.

Pada ISCOP 2019, IAPMO Group Indonesia melakukan penandatanganan kerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia untuk menyelenggarakan pelatihan serta sertifikasi bagi spesialis plambing. Di antaranya Universitas Udayana Bali dan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Universitas itu nanti diharapkan menjadi penyelenggara bagi pelatihan bagi internal universitas maupun pihak eksternal. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More