Sabtu 09 November 2019, 12:59 WIB

Status Tanggap Darurat Karhutla Sumsel Diperpanjang Lagi

Dwi Apriani | Nusantara
Status Tanggap Darurat Karhutla Sumsel Diperpanjang Lagi

MI/Dwi Apriani
Gubernur Sumsel Herman Deru mengumumkan perpanjangan masa status tanggap darurat karhutla hingga 30 November 2019

 

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan mengambil langkah baru terkait masih terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya. Semula, masa siaga karhutla di Sumsel berlaku sejak 1 Maret hingga 30 Oktober 2019. Namun musim hujan mundur sehingga masa tanggap darurat diperpanjang hingga 10 November. Kabut asap masih tebal menyelumuti Kota Palembang. Karhutla pun masih berlangsung di wilayah Sumsel.

Gubernur Sumsel Herman Deru kembali memperpanjang masa status tanggap darurat karhutla hingga 30 November 2019. Artinya, perpanjangan status tanggap darurat karhutla sebanyak 20 hari. Herman Deru mengatakan, perpanjangan ini sejalan dengan hasil laporan BMKG Sumsel terkait anomali cuaca di Sumsel di luar perkiraan.

"Kita tentu masih tetap siaga, berbeda dari tahun sebelumnya yang biasanya satgas dibubarkan pada 31 Oktober," ujarnya usai Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di wilayah Sumsel, Jumat (8/11/2019).

Ia menyebutkan, saat perpanjangan sebelumnya selama 10 hari dengan jumlah personel yang dikerahkan 850 orang. Sebab terlihat adanya penurunan jumlah titik hotspot. Namun, nyatanya menjelang habisnya masa perpanjangan status siaga karhutla muncul lagi titik hotspot.

"Kembali muncul lagi hotspotnya. Kita menyadari bahwa kubah gambut ada di sini dan muncul lagi pasca ada hujan buatan dan alami yang terjadi di Sumsel. Maka inilah yang akhirnya kita putuskan untuk diperpanjang," katanya.

Ia pun meminta pihak terkait, Kapolda dan Pangdam serta lainnya untuk tidak meninggalkan lokasi tanpa melawan api.

"Soal anggaran Pemprov komitmen akan disiapkan. Jadi tidak bisa hanya mengandalkan pusat saja karena ini hal-hal yang tak terduga. Jumlahnya akan tergantung dengan jumlah personel yang dikerahkan perhitungannya sama dengan yang dilakukan BNPB," ujarnya.

Perpanjang status ini berlaku untuk seluruh wilayah Sumsel. Namun  fokus penanganan karhutla dan pengerahan tambahan pasukan akan dilakukan pada titik-titik tertentu saja.

"Ada tiga kabupaten yang akan difokuskan yakni, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Penukal Abab Lematang Ilir," ujarnya.

Deru menambahkan, permasalahan karhutla ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov Sumatra Selatan. Sebab peristiwanya selalu berulang setiap tahun.

"Karenanya opsi yang kita terapkan salah satunya pembuatan sumur bor dan sekat kanal. Tapi lebih jauh adalah bagaimana melakukan upaya pencegahan," jelasnya.

Sementara itu, Pangdam II/SWJ, Mayjen TNI Irwan mengatakan, jumlah kekuatan pasukan yang akan dikerahkan akan disesuaikan dengan kebutuhan dari Dandim dan Kapolres di lapangan. Sedangkan untuk satgas utama karhutla sebanyak 1.512 personel masih ditempatkan di lokasi. Pengerahan tambahan pasukan akan dilakukan setelah 10 November.

"Jumlahnya mungkin di bawah tambahan pasukan sebelumnya 850 personil Ini hanya di titik-titik tertentu saja terutama di daerah seperti OKI yang ada potensi penambahan titik hotspot dan api," ujarnya.

baca juga: Alokasi Bantuan Air BPBD Klaten Menipis

Pihaknya menilai peningkatan jumlah hotspot kerap terjadi ketika menjelang even-even nasional maupun Internasional yang ada di Sumsel.

"Kita tidak tahu maksudnya apa untuk mencari perhatian saja atau apa. Artinya ini ada oknum yang melakukan hal tentu. Namun, data di lapangan yang diperoleh baik Gakkum, Polres, dan lain-lain terkait apa yang terjadi," tandasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More