Sabtu 09 November 2019, 04:30 WIB

Wamen Parekraf Diusulkan Jadi Koordinator Pengembangan MICE

Medcom | Ekonomi
Wamen Parekraf Diusulkan Jadi Koordinator Pengembangan MICE

MI/Ramdani
Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo.

 

WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Angela Tanoesoedibjo diusulkan diberi kewenangan khusus untuk mengkoordinasikan pengembangan wisata Meeting, Incentive, Conference, Exhibition (MICE) sehingga bisa lebih cepat dan fokus ke depan.
 
"Kami usulkan Wamen Angela Tanoesoedibjo memimpin pelaksanaan tugas kementerian untuk mengembangkan MICE. Jadi nanti semua unsur yang ada di kementerian maupun badan yang memiliki kaitan dengan MICE akan dikoordinasikan oleh wamen yang menurut Perpres Nomor 69 Tahun 2019 memiliki tugas membantu menteri," kata Ketua Umum DPP Indonesia Congress and Convention Association (AsosiasiKongres dan Konvensi Indonesia (INCCA/Akkindo), Iqbal Alan Abdullah dalam keterangan resminya, di Jakarta, Jumat, 8 November 2019.
 
Usulan itu selain dilatar belakangi pentingnya pengembangan MICE dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi MICE utama di dunia, juga karena melihat kemampuan Angela selama ini di bidang media, dan pemahamannya yang baik dalam bidang pariwisata.

"Kami melihat Angela mampu untuk itu, dan kita dari asosiasi penyelenggara MICE siap membantu Menteri Wishnutama dan Wamen Angela untuk mengembangkan MICE. Tahun lalu Bangkok saja sudah masuk 10 besar kota MICE dunia, kita harus bisa mengejar, sedangkan Bali masih di ranking 69 dan Jakarta 120," tambah Iqbal.
 
Bersamaan dengan usul itu, INCCA juga melihat pentingnya menghidupkan kembali Direktorat Jenderal MICE di Kementerian maupun Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diarahkan langsung ke wamen. "Jadi direktorat jenderal MICE ataupun deputi khusus MICE itu diarahkan ke wamen," kata Iqbal.
 
MICE memiliki spending of money dan lenght of stay lebih besar daripada wisata lainnya, serta mampu mendatangkan banyak wisatawan dalam satu kali kegiatan pertemuan. Dari sisi bisnis, ada puluhan jenis usaha yang digerakkan, bahkan bisnis ini lebih besar daripada industri otomotif, menyerap jutaan tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung, serta mendorong lebih banyak investasi seperti di bidang pembangunan venue, akomodasi, dan lainnya.
 
"Tak hanya akan mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara, tapi juga mendatangkan lebih banyak investasi, mendorong pertumbuhan perdagangan di tengah tekanan perdagangan global saat ini, dan mampu meningkatkan kebanggaan masyarakat Indonesia kepada Tanah Airnya," ujar Iqbal Alan Abdullah.
Pemahaman Keliru
Iqbal juga ingin sedikit meluruskan adanya pemahaman yang keliru mengenai MICE, dengan menyangka MICE hanyalah event atau special event, karena MICE itu sebuah industri yang besar dengan subindustri bisa dibagi ke industri MICE. Umumnya event itu digambarkankepada skalanya lebih kecil, namun kadang karena kebiasaan, event itu dijadikan sebagai pengertian yang generik untuk menyebut "kegiatan".
 
Adapun dari persepsi kalangan professional conference/exhbition organizer (PCO/PEO), kata Iqbal, event itu merujuk kepada event organizer (EO) sebagai penyelenggaranya. Sedangkan MICE itu merujuk kepada PCO/PEO sebagai penyelenggaranya. Terpenting, PCO harus punya Sertifikat Usaha Jasa Penyelenggara MICE. Kemudian jenis wisatawan MICE itu juga berbeda dengan wisatawan biasanya. Mereka umumnya adalah pelaku perjalanan dengan tujuan bisnis, pejabat atau penentu kebijakan, aktiivis NGO, organisasi antarpemerintah (IGO), atau pihak-pihak lain yang berkaitan dengan kegiatan pertemuan.
 
Bahkan pemasarannya pun berbeda jika dibandingkan dengan wisatawan biasa, termasuk pengembangan destinasi hingga kelembagaan. Contohnya Swiss atau Austria yang menjadi
markas organisasi internasional. Karenanya, begitu Iqbal, perlu kerja sama planner dengan asosiasi lokal, para diplomat, dunia usaha dan juga pemerintah. Kita tidak bisa sendiri-sendiri.
 
Untuk memenangkan MICE itu kita harus bekerja bersama-sama secara gotong-royong untuk mewujudkan Indonesia Incorporated. "Faktanya kan bidding itu kita tidak bisa sendiri, kita butuh partner yaitu pemerintah," jelasnya.
 
Dikatakan, INCCA sebelum ini sudah pernah menyampaikan pokok-pokok pikiran kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengembangkan MICE di Indonesia. Hal itu mereka lakukan karena memahmi Presiden Jokowi selama ini sangat pro kepada pengembangan wisata MICE ini.
 
"Presiden Jokowi itu sangat paham MICE dan mendukung all out, sayangnya lima tahun lalu itu eksekusinya lemah di tingkat kementerian. Karena itu, pada kementerian saat ini dengan dipimpin oleh duet Wishutama dan Angela, INCCA ingin mendorong keduanya bisa sungguh-sungguh memperhatikan MICE ini," pungkas Iqbal. (OL-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More