Jumat 08 November 2019, 21:27 WIB

Gagal Atasi Tekanan Lawan, Praveen/Melati Angkat Koper

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
Gagal Atasi Tekanan Lawan, Praveen/Melati Angkat Koper

Dok. PP PBSI
Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan (kiri) dan Melati Daeva Oktaviati

PASANGAN ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, belum berhasil mengatasi hadangan Yuta Watanabe/Arisa Higashino asal Jepang di babak perem patfinal Fuzhou Tiongkok Terbuka 2019.

Dalam laga dua gim langsung dan berdurasi 36 menit itu, Praveen/Melati dikalahkan dengan skor, 15-21, 18-21.

Berbeda dengan partai-partai sebelumnya, Praveen/Melati tampil di bawah tekanan sehingga harus takluk oleh pasangan berperingkat tiga dunia tersebut.

Ini merupakan kekalahan pertama Praveen/Melati atas Watanabe/Higashino. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Praveen/Melati berhasil memenangkan pertandingan di Malaysia Masters 2018 dan Australia Terbuka 2019.

Sejak gim awal, Praveen/Melati tampil di bawah bayang-bayang pasangan lawan.

Baca juga : Kondisi Menurun, Hendra/Ahsan Terhenti di Babak Perempat Final

Praveen/Melati selalu tertinggal dalam perolehan poin dari pasangan Watanabe/ Higashino sejak awal.

“Dari awal sampai akhir pertandingan, kami selalu dibawah tekanan lawan," ucap Melati.

Di gim kedua, pasangan rangking lima dunia itu sempat unggyl namun tak bisa mempertahankan keadaan sehingga perolehan poin akhir menjadi, 18-21.

"Watanabe/ Higashino tidak gampang dimatikan, ditambah lagi bolanya berat. Ada beberapa pukulan yang tadi harusnya mati, tapi mereka bisa mengembalikan,” ucap Melati

“Kalau soal kondisi, memang menurun, tapi tidak bisa jadi alasan kekalahan kami hari ini. Lawan juga mengikuti turnamen yang sama dengan kami. Tadi memang mereka dapet banget pola mainnya dan susah untuk ditembus. Saya sendiri merasa tenaga tangannya tadi masih kurang kuat,” tambah Praveen. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More