Jumat 08 November 2019, 20:32 WIB

Kementan Bantah Ada 22 Juta Penduduk Indonsia Kelaparan

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Kementan Bantah Ada 22 Juta Penduduk Indonsia Kelaparan

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
KEPALA Badan Ketahanan Pangan, Kementerian pertanian Agung Hendriadi

 

KEPALA Badan Ketahanan Pangan, Kementerian pertanian Agung Hendriadi menyangkal hasil riset Asian Development Bank (ADB) yang menyebutkan, pada periode 2016-2018, sebanyak 22 juta penduduk Indonesia mengalami kelaparan kronis.

Agung menekankan bahwa tidak ada kelaparan di Indonesia. Yang ada hanya daerah-daerah yang rentan rawan pangan.

Hingga saat ini, ia mengakui masih terdapat di 88 kabupaten yang berstatus rawan pangan.

“Tidak ada yang namanya kelaparan. Buktinya, semua orang mendapatkan makanan. Ketersediaan pangan kita tercukupi. Kalau wilayah rentan rawan pangan memang masih ada tetapi itu juga sedang kami entaskan," ujar Agung melalui keterangan resmi, Jumat (7/11).

Indonesia, lanjut dia, pada 2018, sudah menempati urutan 65 dalam Indeks Ketahanan Pangan Global (Global Food Security Index). Naik dari posisi 74 pada 2015.

"Hal ini membuktikan bahwa ketahanan pangan Indonesia secara konsisten terus membaik," tuturnya

Upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan pun terus dilakukan, mulai dari aspek ketersediaan melalui peningkatan produksi penguatan cadangan dan penyediaan pangan aman, aspek keterjangkauan melaui peningkatan keterjangkauan fisik, ekonomi dan sosial serta dari aspek pemanfaatan fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi.

Kementerian Pertanian telah berkomitmen bersama enam kementerian/lembaga lain yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Desa dan PDTT, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PU-Pera, Kementerian Sosial, dan Lemhanas untuk mengentaskan daerah rentan rawan pangan di 789 Kecamatan di 88 kabupaten/kota.

Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan BKP Andriko Noto Susanto mengungkapkan, berdasarkan indikator prevalensi kekurangan konsumsi pangan (prevalence of undernourishment/PoU) yang dihitung BPS menggunakan pendekatan minimum dietary energy requirement/MDER, selama tiga tahun terakhir, telah terjadi penurunan angka masyarakat yang kekurangan konsumsi pangan dari 8,93% di 2016 menjadi 7,95% di 2018.

Ia juga menjelaskan bahwa kekurangan konsumsi pangan tidak sama dengan kelaparan kronis. Kelaparan kronis didefinisikan sebagai kondisi kekurangan pangan yang dialami oleh seseorang dalam jangka waktu lama yang disebabkan oleh kemiskinan rumah tangga.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More