Jumat 08 November 2019, 19:22 WIB

Ramaikan Agenda Kongres, NasDem Gelar Pasar Restorasi

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
Ramaikan Agenda Kongres, NasDem Gelar Pasar Restorasi

MI/Nur Aivanni
Pasar Restorasi di arena kongres NasDem

 

PASAR Restorasi yang terletak di area parkir timur JIExpo Kemayoran, Jakarta, turut meramaikan rangkaian Kongres II Partai NasDem yang digelar mulai hari ini (8/11) hingga 11 November mendatang.

Jajaran tenda putih yang merupakan milik para UKM baik perajin hingga kuliner telah memenuhi area tersebut sejak pagi hari.

Pantauan Media Indonesia, pasar restorasi dibagi ke dalam dua area yaitu area kuliner dan area UKM. Di area kuliner, tenda-tenda menyajikan makanan dari berbagai daerah mulai Jakarta hingga Nusa Tenggara Timur hadir di sana.

Bagi pecinta makanan khas betawi, warga bisa menyambangi tenda Ulujami Kreatif. Di sana tersedia berbagai makanan khas betawi mulai soto betawi hingga bir pletok. Selain itu, jajanan khas Palembang yaitu pempek juga bisa dicicipi di tenda pempek cek molek.

Ragam kuliner lainnya juga bisa dinikmati di tenda bakoel pecel Blitar, bakso WB Fatmawati, dan morteza se'i sapi asap. Beragam jajajan minuman juga tersedia mulai dari teh sejenak, kopi su.ges.ti, emotikopi hingga pojok minuman dan buah. Untuk aneka minuman tersebut cukup merogoh kocek mulai dari Rp10.000 saja.

Baca juga : NasDem Akan Bahas Evaluasi Pilkada Langsung di Kongres

Di area UKM, berbagai kerajinan tangan, kain tenun hingga musik tempo dulu juga digelar di Pasar Restorasi ini. Buat pecinta musik tempo dulu bisa mampir ke tenda Irama Nusantara. Disana, warga bisa mendengarkan musik mulai dari tahun 1920-an.

Salah satu Tim Irama Nusantara Geni Bangun mengatakan bahwa irama nusantara didirikan sejak 2013. Mereka mengarsipkan lebih dari 2.000 rilisan yang terdiri dari era 1920-an hingga 1990-an.

Diakui Geni, cukup sulit untuk mengarsipkan lagu-lagu tempo dulu terutama di era 1920 hingga 1950-an.

"Kita dapat dari kolektor, pedagang," katanya saat ditemui di lokasi acara, Jumat (8/11). Tim tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah dalam hal ini Badan Ekonomi Kreatif. "Dukungan Bekraf sangat membantu," tambahnya.

Tak hanya pengarsipan lagu-lagu tempo dulu, terang Geni, pihaknya juga mengarsipkan lirik dan cover musik. Menurutnya, masyarakat bisa menelusuri sejarah dan budaya Indonesia melalui lirik lagu tempo dulu. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More