Jumat 08 November 2019, 18:25 WIB

Pemprov DKI Dorong Perusahaan Wujudkan Keadilan Sosial

mediaindonesia.com | Megapolitan
Pemprov DKI Dorong Perusahaan Wujudkan Keadilan Sosial

ISTIMEWA/Pemda DKI
Malam penganugrahan Padmamitra+ Awards 2019, di Balai Kota Jakarta, Selasa (5/11).

 

Padmamitra Awards 2019: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berfoto bersama para penerima tropi penghargaan dalam Padmamitra Awards 2019 di Balaikota, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

________________________________________________________________________________________________________________

GUBERNUR DKI Jakarta Anies­ Baswedan mendorong per­usahaan-perusahaan di Jakarta turut berkontribusi dalam kegiatan sosial di masyarakat. Hal itu sesuai dengan tujuan dasar dibentuknya negara Indonesia, yakni menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

“Negara ini tidak pernah didirikan untuk tujuan lain, tujuannya hanya untuk meraih adil dan makmur. Saya ingin ingatkan kepada semua bahwa perusahaan yang maju berkembang dan kegiatan sosial yang maju, jangan pernah lupa tujuan utamanya, kita semua ada karena ingin menghadirkan keadilan sosial,” ujar Anies dalam malam penganugerahan Padmamitra+ Awards 2019, di Balai Kota Jakarta, Selasa (5/11).

Untuk itu, Anies menyampaikan segala sesuatu kegiatan yang ditujukan untuk tujuan sosial merupakan upaya mewujudkan capaian utama bangsa ini. Pemprov DKI terus mendorong tujuan keadilan sosial dengan cara kerja mekanisme pasar.

“Jangan dibalik. Jadi mekanisme kerjanya harus mekanisme pasar dan objektifnya tetap social justice (keadilan sosial), ini yang harus didorong terus,” tutur Anies.

Anies berharap seluruh per­usahaan yang beroperasi di Jakarta dan memiliki kegiatan di Indonesia menyadari tujuan akhir itu. Dengan begitu, meski terus meningkatkan efektivitas dan mendapatkan keuntungan, saat yang sama tetap memikirkan output atau nilai tambah kepada masyarakat.

Anies mengakui Jakarta sebagai kota memiliki tantangan yang sangat banyak. Dalam dua tahun terakhir masa kepemimpinannya, Pemprov DKI tidak hanya jadi sebatas regulator atau administrator atau bahkan pelayan masyarakat, tetapi juga menjadi kolaborator. Pada sisi lain, masyarakat tidak dipandang sebagai warga atau pelanggan, melainkan menjadi co-creator.

“Pendekatan seperti ini telah dua tahun kami jalankan. Jadi, kita tidak ingin menjalankan semuanya sendirian. Negara yang maju kota yang maju adalah yang melakukan kolaborasi. Kolaborasi tidak hanya terbatas pada kegiatan sosial, tapi juga sudah terbukti efektif dalam kegiatan komersial,” tutur Anies. 

Lebih lanjut, Anies menyampaikan Jakarta sebagai sebuah kota memiliki daya tarik yang sangat besar. Terbukti, dengan jumlah perusahaan yang jauh di atas kota-kota lainnya di Indonesia dan Jakarta sebagai penarik bakat-bakat dari seluruh Indonesia. 

Di sisi lain Jakarta masih memiliki banyak persoalan. Untuk itu, Anies mengundang para perusahaan untuk berkolaborasi dalam membangun Jakarta bersama dengan Pemprov DKI.

Ia menyadari selama ini dalam penataan corporate social responsibility (CSR) belum tertata dan terarah, lantaran ada kecenderungan pemerintah daerah hanya menghubungi perusahaan yang mereka kenal serta dari pihak perusahaan tidak mengetahui program-program apa saja yang dapat mereka bantu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ketika Gubernur kenal perusahaan A, itu yang ditelepon, kepala dinas kenal perusahaan B, itu yang dihubungi, akibatnya perusahaan terkenal ditelepon terus, makin sering diminta hingga akhirnya mereka masukkan itu ke komponen stakeholder management (negara),” kelakar Anies.

Ke depannya, Anies ingin Pemprov DKI dan perusahaan dapat duduk bersama dan membuat daftar tantangan di Jakarta dan pemprov akan memberikan daftar itu sebagai menu CSR kepada perusahaan di Jakarta. “Kita undang mungkin dari kadin. Kita tunjukkan menu Jakarta agar yang dikerjakan forum CSR dan perusahaan, mencerminkan agenda yang kita miliki dan dari kami data kependudukan sangat update karena dikerjakan oleh ibu-ibu PKK,” pungkas Anies.

Platform mapping

Pada kesempatan sama, Ketua Forum CSR DKI Mahir Bayasut menyatakan pihaknya kini sedang membangun platform mapping tarkait kesejahteraan sosial dalam bentuk basis data kemiskinan bersama Dinas Sosial DKI Jakarta. 

Dengan platform itu, nantinya dapat diketahui posisi demografi maupun kebutuhan secara persis di mana mereka berada, tinggal, sekaligus jenis.

“Kita bakal mengetahui secara spesifik posisi letak ring satu dan ring dua perusahaan, dan dampak ke depan aktivitas CSR-nya sehingga lebih tepat sasaran dan optimal. Data itu sedang disempurnakan. Harapannya program CSR itu penerimanya bisa lebih tepat sasaran dan positif pada perusahaan lebih berkontribusi atas tujuan pembangunan berkelanjutan,” tutur Mahir.

Dari sisi program pemerintah, pihaknya juga mendukung agar tercipta pemerataan yang berkesinambungan, baik sosial maupun ekonomi.
Ia pun berharap nantinya muncul program pemerintah yang lebih inovatif dan optimal serta forum CSR bisa menjadi platform solusi sebagai wadah bertemunya gagasan dan stakeholder untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.

Padmamitra+ Awards

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov DKI Jakarta memberikan penghargaan Padmamitra kepada sejumlah perusahaan serta organisasi yang melakukan praktik CSR terbaik di DKI Jakarta. 

Penghargaan Padmamitra merupakan apresiasi tertinggi dari pemerintah, dalam hal ini diwakili Pemprov DKI Jakarta selaku stakeholder kepada dunia usaha, yayasan, dan organisasi masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Padmamitra+ 2019 diikuti 60 perusahaan dan organisasi yang menjalankan praktik-praktik terbaik kegiatan CSR bidang kesejahteraan sosial dan pembangunan berkelanjutan. Jumlah tersebut meningkat tiga kali lipat jika dibandingkan dengan pelaksanaan sebelumnya. 

Terdapat 15 kategori penghargaan, antara lain pengentasan kemiskinan, pemberdayaan dan pengentasan di­sabilitas, pemberdayaan dan pengentasan ketelantaran, pendidikan, pemberdayaan PMKS, serta ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku.

Selanjutnya, penanggulangan bencana dan penanggulangan korban, pemberdayaan dan pengentasan korban tindak kekerasan, diskriminasi dan eksploitasi, program sosial yang memberikan dampak yang berkelanjutan, penyelamatan keanekaragaman hayati dan penyelamatan lingkungan, penyelesaian stunting, keberlanjutan di dalam rantai nilai organisasi, inovasi sosial dan inovasi digital, serta kontribusi di dalam tujuan pembangunan berkelanjutan dan kemitraan untuk keberlanjutan.

Proses penjurian dilakukan mulai 20 September 2019 hingga 18 Oktober 2019 dan terbagi menjadi dua tahapan, yakni seleksi dokumen dan wawancara. 

Pada tahapan seleksi dokumen, para peserta mendaftar dan mengirimkan formulir keikutsertaan Padmamitra+ Awards serta dokumen pendukungnya. Dewan juri melakukan penilaian awal terhadap program yang diajukan berdasarkan data serta bukti kegiatan yang dikirimkan peserta. Dalam tahapan ini tersaring 30 peserta yang berhak maju ke tahapan penjurian kedua yakni wawancara.

Tahapan wawancara berlangsung pada 17-18 Oktober 2019 di Museum Gedong Joang ‘45. Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas 10 organisasi atau yayasan dan 20 perusahaan ambil bagian. Pada tahap ini, tiap-tiap peserta memaparkan pelaksanaan kegiatan CSR mereka.

“Secara keseluruhan dewan juri tidak hanya menilai berdasarkan materi dan konten presentasi, tapi juga cara peserta membawakan presentasinya. Bobot penilaian terdiri atas 50% penilaian dokumen serta 50% penilaian wawancara” terang Dewan Juri Padmamitra Awards Maria Nindita Radyati.  

Ketua Forum CSR DKI Jakarta Mahir Bayasut, berharap melalui pelaksanaan Padmamitra+ Awards 2019, kegiatan CSR dapat lebih merata sehingga para perusahaan atau organisasi bisa memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat. (Dro/S5-25)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More