Jumat 08 November 2019, 13:07 WIB

Kemenpora Dituntut Fokuskan Bidang Kepemudaan

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Kemenpora Dituntut Fokuskan Bidang Kepemudaan

Istimewa/DPR RI
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi usai rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Menpora RI Zainudin Amali.

 

KOMISI X DPR RI memberikan masukan dan catatan terhadap Program Kerja Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI ke depan. Di antaranya perlu melakukan redefinisi terhadap cakupan pengelolaan bidang kepemudaan dan keolahragaan oleh Kemenpora RI, agar program serta kegiatan bisa fokus dan terarah.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi usai rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Menpora RI Zainudin Amali di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Dede mendorong agar program bidang kepemudaan dapat menyentuh seluruh elemen pemuda, termasuk kelompok pemuda yang memiliki stigma negatif.

Jika berbicara soal kepemudaan, ada dua point yang menurut Dede penting yaitu antara memberdayakan pemuda atau mengembangkan kepemudaan.

“Memberdayakan pemuda artinya melibatkan dalam berbagai even atau program besar negara. Tapi kalau pengembangan kepemudaan, kita harus melihat tantangan atau challenge pemuda khususnya millenial ini ke depannya seperti apa? Lapangan kerja kah? Wirausahanya? Enterpreneur-nya?, sebaiknya memang harus di fokuskan,” katanya

Politikus Fraksi Partai Demokrat ini menyatakan bahwa kondisi kepemudaan Indonesia saat ini sangat sporadis.

Oleh karena itu, ke depan Dede minta Kemenpora RI untuk lebih fokus kepada isu-isu yang jauh lebih penting. Termasuk di dalamnya mendorong pemuda yang memiliki stigma negatif untuk menjadi positif.

“Jadi jika kita berbicara sekarang, kenapa anak muda sekarang menjadi terlibat narkoba. Itu disebabkan karena tidak ada kegiatan yang positif. Kalau ada kegiatan positif, biasanya anak-anak tidak akan terlibat narkoba. Oleh karena itu, Kemenpora harus memfokuskan kepada gerakan-gerakan kepemudaan yang memang positif,”tegasnya.

Ia mencontohkan beberapa kegiatan positif yang dapat dikembangkan untuk dapat menghilangkan stigma negatif pada pemuda Indonesia, salah satunya dengan mengembangkan OSIS, Pramuka, dan Karang Taruna. Mengigat kegiatan-kegiatan tersebut menjadi sangat penting, agar para pemuda Indonesia memiliki kegiatan yang positif, memotivasi dan menginspirasi dirinya.

“Ini kan semuanya punya kegiatan, hanya tidak terpayungi, tidak termotivasi, tidak ter-support. Jangan sampai malah akhirnya, mereka karena gak ada kegiatan larilah kepada hal-hal yang negatif," tutur Dede.

"Jadi tetap menurut saya semua ada keterkaitannya. Perannya di kemenpora bagaimana. Bukan bagaimana mencegah narkoba, tetapi isi dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Sehingga anak muda disibukkan dengan hal-hal yang positif,” tutupnya. (OL-09)

Baca Juga

MI/Supardji Rasban

Sudirman Said Raih Penghargaan Demokrasi

👤Supardji Rasban 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 09:32 WIB
Ketua Institut Harkat Negeri (IHN) Sudirman Said bersama Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin dan Abraham Samad menerima penghargaan...
MI/Susanto

Perpres Supervisi Pertegas Kewenangan KPK Ambil Alih Kasus Korupsi

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 09:06 WIB
"Komisi Pemberantasan Korupsi berwenang mengambil alih perkara Tindak Pidana Korupsi yang sedang ditangani Kepolisian Negara Republik...
ASN

Sikap Partisan ASN Hanya Boleh di Bilik Suara

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:05 WIB
Bilik suara menjadi tempat ASN untuk memilih orang yang dikehendaki sebagai pemimpin dapat disalurkan. Di luar bilik suara ASN tidak perlu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya