Sabtu 09 November 2019, 11:35 WIB

Paduan Suara BMS Borong Penghargaan di Spanyol

Galih Agus Saputra | Weekend
Paduan Suara BMS Borong Penghargaan di Spanyol

Dok. Batavia Madrigal Singers
Batavia Madrigal Singers (BMS) usai menang di ajang paduan suara internasional

TAMPIL di ajang kompetisi paduan suara internasional '51st Tolosa Choral Contest', di Tolosa, Spanyol, Batavia Madrigal Singers (BMS) berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus. Kelompok paduan suara yang berada di bawah asuhan Konduktor, Avip Priatna itu bahkan telah berhasil tampil sebagai Juara Umum. 

Adapun tiga penghargaan lain yang berhasil dibawa pulang BMS dari ajang tersebut adalah, Juara Pertama kategori 'Polyphony', Juara Pertama kategori 'Basque and Popular Music', dan Juara Favorit 'Penonton (Audiens Prize)'. BMS berhasil mengalahkan sederet kelompok paduan suara internasional seperti JCA National Youth Choir dari Jepang, Männerstimmen Basel dari Switzerland, dan Youth Choir dan Pa Saulei dari Latvia. Kompetisi yang berlangsung pada 31 Oktober - 3 November 2019 ini merupakan salah satu dari sekian banyak kompetisi paduan suara di dunia, yang tergabung dalam 'European Grand Prix for Choral Singing (EGP)'.

Babak grand final EGP di tahun mendatang akan mempertemukan para Juara Umum dari enam kompetisi yang terafiliasi di dalamnya. Selain kompetisi Tolosa, kompetisi internasional lain yang tergabung dalam EGP adalah International Guido d'Arezzo Polyphonic Contest (Arezzo, Italia), Béla Bartók International Choir Competition (Debrecen, Hungaria), International Choral Competition Gallus (Maribor, Slovenia), Florilège Vocal de Tours (Tours, Perancis), dan International May Choir Competition 'Prof G. Dimitrov' (Varna, Bulgaria).

"Saya merasa bersyukur atas pencapaian ini, tentunya ini mencerminkan kombinasi yang baik antara talenta anak bangsa Indonesia dengan semangat kerja keras, disiplin, komitmen dan tentunya dukungan-dukungan dari banyak pihak. Semoga, ke depan kegiatan ini juga didukung oleh pemerintah, sama halnya seperti dukungan pemerintah terhadap bidang lain, seperti bidang olahraga," ujar Avip, yang juga menjabat sebagai Direktur Musik The Resonanz Music Studio, dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia Kamis (7/11).

Sepanjang jalannya kompetisi, BMS tampil di atas panggung dengan menggunakan kostum bernuansa Indonesia. Sejumlah lagu Indonesia yang mereka bawakan adalah Fajar dan Senja II karya composer muda Indonesia, Ken Steven, serta lagu tradisional Aceh, Bungong Jeumpa yang diaransemen oleh Fero Aldiansya Stefanus. Masing-masing lagu dibawakan dalam kategori perlombaan, termasuk sejumlah lagu lainnya seperti Factum Est Silentium karya Richard Dering, Buscando Mis Amores karya David Azurza, dan Les Djinns karya Gabriel Fauré. 

Kemenangan kali ini pada akhirnya turut menjadikan BMS sebagai salah satu kandidat dari Asia, yang berhak maju dalam '32nd European Grand Prix for Choral Singing (EGP)'. Kompetisi itu rencananya dilaksanakan di Debrecen, Hungaria, pada 8 Juli mendatang. Dalam waktu dekat, BMS juga akan tampil dalam konser tahunan Sanguinis Choraliensis yang berlangsung pada 17 November 2019. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More