Jumat 08 November 2019, 06:55 WIB

Polres Kebumen Gelar Resonansi Kebangsaan Cegah Paham Radikalisme

Lilik Darmawan | Nusantara
Polres Kebumen Gelar Resonansi Kebangsaan Cegah Paham Radikalisme

Antara
Polwan ikut terjun mencegah radikalisme sejak dini dengan kegiatan-kegiatan positif bersama masyarakat, seperti edukasi wayang untuk anak.

 

POLRES Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) menggelar Resonansi Kebangsaan dan Keberagaman sebagai upaya mencegah paham radikalisme. Acara itu juga upaya mempertahankan Pancasila sebagai asas berbangsa dan bernegara. Acara pada Kamis (7/11/2019) langsung dipimpin Wakapolres Kebumen Komisaris Prayudha Widiatmoko. Pesertanya adalah anggota Polres baik Perwira, Bintara, Kapolsek, dan seluruh Polwan Polres Kebumen.

"Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kegiatan serupa yang telah dilaksanakan oleh seluruh Polda seluruh Indonesia," kata Prayudha Widiatmoko.

Ia mengatakan kegiatan Resonansi Kebangsaan dan Keberagaman perlu dilakukan untuk memberikan pemahaman pentingnya peran personel polisi, polwan, dan anggota Bhayangkari dalam turut serta mencegah radikalisme karena dapat mengancam keutuhan NKRI.

"Paham radikalisme, intoleransi dan anti pancasila dengan dibungkus agama sudah merambah ke seluruh lini bangsa Indonesia. Hal tersebut juga bisa menjadi tameng bagi kelompok mereka ketika dilakukan penindakan tegas dianggap terjadi kriminalisasi, hal ini perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin dari institusi Polri," tambahnya.

Dia menambahkan latar belakang dilaksanakan kegiatan ini adalah mencegah anggota Polri khususnya Polres Kebumen agar tidak ada yang terpapar radikalisme dan terorisme.

baca juga: Purwakarta Targetkan Desa Berinternet

"Kita mempunyai dasar negara yaitu Pancasila, mari kita pelajari lagi dasar negara guna mencegah paham-paham radikal masuk. Saya menekankan saling memahami karakter lingkungan kita, apabila sudah ada indikasi kearahan inklusivitas agar saling mengingatkan. Jangan sampai ada duri dalam daging di tubuh Polri," pungkas Kapolres. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More