Jumat 08 November 2019, 05:20 WIB

Harbolnas mulai Tampil Beda

Dero Iqbal Mahendra | Ekonomi
Harbolnas mulai Tampil Beda

ANTARA/SIGID KURNIAWAN
Pekerja mengemas barang pesanan konsumen saat Harbolnas tahun lalu. Perusahaan-perusahaan e-commerce kembali menggelar Hari Belanja Online

 

Tidak hanya banyak promo dan produk gaya hidup atau elektronik, idEA juga ingin memasarkan hasil bumi melalui digital.

MENJELANG akhir tahun dan menyambut tahun baru, biasanya banyak promo dan diskon bagi masyarakat. Tak ketinggalan perusahaan e-commerce yang kembali menggelar Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas pada 11-12 Desember 2019.

Ajang yang sudah dijalankan kesembilan kali itu akan langsung berada di bawah arahan Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA). Asosiasi ini baru dua kali berpartisipasi pada Harbolnas, yakni tahun lalu dan tahun ini.

Untuk itu, Ketua Umum idEA Ignatius Untung ingin memberi sentuhan plus agar Harbolnas tidak sekadar meningkatkan transaksi, tetapi pihaknya ingin semakin memasyarakatkan belanja daring bagi seluruh masyarakat serta membantu pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Pada Harbolnas kali ini tak hanya platform besar, idEA mengajak berbagai bisnis di daerah untuk dapat memasarkan juga produk ke seluruh Indonesia," jelas Untung di Jakarta, kemarin.

Tidak hanya banyak promo dan produk gaya hidup atau elektronik, idEA juga ingin memasarkan hasil bumi melalui digital. Karenanya, khusus 11 Desember, Harbolnas hanya menawarkan produk lokal, termasuk hasil bumi seperti yang dihasilkan nelayan dan petani.

Sejumlah platform terkait hasil pertanian akan digandeng pula. Akan tetapi, pada 12 Desember, semua produk, baik lokal maupun impor tetap ditawarkan. Meski demikian, Untung berkomitmen agar Harbolnas 2019 mengusung promosi yang fair dan perlindungan konsumen.

Masih ada jangka waktu sebulan. Hingga saat ini terdaftar 170 peserta. Untung menargetkan 300 peserta, atau naik dari peserta Harbolnas tahun lalu sebanyak 254.

Ia percaya akan banyak peserta yang terus bergabung. "Apalagi sekarang tidak ada lagi pemisahan antara online dan offline. Semua bicara kebutuhan akan pemasaran online," tuturnya.

Terbukti, sejumlah pemain offline kini mendaftar di Harbolnas 2019. Sebut saja, Kawan Lama, toko buku Periplus, Apotek K24, dan beberapa lagi.

IdEA pun berani menargetkan pertumbuhan transaksi tahun ini lumayan signifikan. Berkaca dari realisasi transaksi pada 2017 yang mencapai Rp4,8 triliun, lalu 2018 mengantongi Rp6,8 triliun, kini pihaknya menyasar angka Rp7,8 triliun.

Strategi permainan

Salah satu pemain e-commerce yang bersiap menyambut Harbolnas 2019, yakni Blibli.com. Kali ini perusahaan ini mengedepankan strategi gamification atau penggunaan elemen permainan sebagai salah satu strategi utama menggaet perhatian serta interaksi dengan pelanggan.

"Gamification telah menjadi tren untuk berinteraksi dengan pelanggan di industri e-commerce. Dengan menghadirkan gim yang didukung alur cerita, tantangan, dan hadiah yang seru, pelanggan semakin terdorong untuk berinteraksi dengan platform penjualan online," terang Geoffrey L Dermawan, Project Lead Blibli Histeria Syok! 2019, di Jakarta, kemarin.

Blibli.com memanfaatkan tren itu dengan meluncurkan mini game di aplikasinya. Di antaranya, Capit (Cara Berbelanja Paling Irit) yang menjadi permainan utama selama Harbolnas.

Geoffrey menjelaskan, Capit diluncurkan Blibli.com pada 1 Oktober lalu, sejalan dengan mulainya event pesta belanja Blibli.com Histeria Syok yang akan berlangsung hingga 31 Desember 2019. Capit memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk menebus jutaan produk dengan harga syok, yakni diskon hingga 90% serta tambahan cashback hingga 100%. (M Setiawan Alun Segoro/S-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More