Kamis 07 November 2019, 23:00 WIB

Pas-pasan untuk Bencana

Akhmad Safuan | Nusantara
Pas-pasan untuk Bencana

MI/Akhmad Safuan
Pemrov Jateng Siapkan Dana Rp23 Miliar untuk Mitigasi Bencana Musim Hujan

 

KETERSEDIAAN dana membuat Sudaryanto bisa lebih tenang. Di sakunya tersedia dana mencapai Rp23 miliar untuk mitigasi bencana pada musim penghujan ini.

"Dana tersedia dalam pos bantuan tak terduga untuk mitigasi bencana. Dana sudah ada dan siap digunakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah," papar Kepala BPBD Jawa Tengah itu, kemarin.

Jawa Tengah merupakan 'swalayan' bencana jika musim penghujan datang. Banjir, ta-nah longsor, angin kencang, dan gempa bumi acap kali menghembalang wilayah ini.

"Sejumlah langkah mitigasi bencana telah disiapkan untuk mengantisipasi jatuhnya korban. Untuk mempercepat penanganan bencana, kami juga telah berkoordinasi dengan BPBD di 35 kabupaten/kota," tandasnya.

Saat ini, langkah antisipasi juga sudah dilakukan dengan membersihkan sungai, gorong-gorong, dan memantau titik rawan longsor.

Dengan dana Rp10 miliar, BPBD Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, juga lebih siap menghadapi bencana di musim penghujan. "Dana sudah siap digunakan," kata Kepala Pelaksana BPBD Soekiman.

Ia mengakui jumlah dana itu tidak lebih besar dari dana tahun lalu. Namun, kemungkin-an kekurangan dana itu diatasi dengan menggelar langkah antisipasi sebelum bencana datang. "Kami terus sosialisasi supaya warga tidak mendirikan rumah di lahan bertebing yang rawan longsor."

Ciamis lebih beruntung. Di Bangka Belitung, Kepala BPBD Mikron Antariksa harus pandai bersiasat karena alokasi anggaran bencana turun dari Rp9 miliar ke Rp7 miliar.

"Tahun lalu, dengan dana Rp9 miliar, kami kerepotan karena harus menanggulangi bencana banjir, angin kencang, kekeringan, dan kebakaran hutan. Semoga saja tahun ini tidak banyak bencana sehingga dana Rp7 miliar bisa cukup."

 

Tanah longsor

Tahun ini, bencana masih mengintai Jawa Barat. Tanah longsor di tengah guyuran hujan rawan terjadi di 3.000 titik. "Paling banyak di Jawa Barat selatan dan tengah, seperti Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, dan Sukabu-mi," papar Kepala BPBD Sup-riyanto.

Banjir juga mengancam daerah yang berada di aliran Sungai Citarum, Cimanuk, dan Ciliwung. "Masyarakat yang bermukim di kawasan dengan tingkat kemiringan lebih dari 20 derajat harus waspada. Baik dirinya juga keluarga mereka," tambah Supriyanto.

Peringatan BPBD Jabar itu sudah terbukti di Kabupaten Bandung Barat. Rabu (6/11) malam. Tebing setinggi 15 meter di Kampung Cicarita, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, runtuh setelah diguyur hujan deras. "Tidak ada korban, tapi jalan penghubung ke Kota Bandung dan sebaliknya terputus," papar Kepala BPBD Duddy Prabowo.

Pada hari yang sama, ratusan rumah di Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, juga rusak parah diterjang angin. "Dua hari terakhir, angin kencang melanda 10 desa di Demak. Sebagian warga harus mengungsi," ujar Kepala BPBD Agus Nugroho.

Di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, hujan awal yang cukup deras menyebabkan sejumlah wilayah tergenang air. Banjir cepat itu membuat arus kendaraan di sejumlah ruas jalan tersendat. (AD/RF/BY/DG/PO/UL/JS/PT/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More