Kamis 07 November 2019, 19:28 WIB

Empat Polisi yang Terlibat Penculikan WNA Ditahan

Ferdian Ananda Majni | Megapolitan
Empat Polisi yang Terlibat Penculikan WNA Ditahan

MI/Tosiani
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

 

KEPALA Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan empat oknum polisi yang diduga terlibat dalam penculikan dan pemerasa warga negara asing (WNA) asal Inggris bernama Matthew Simon Craib kini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

"Tentunya kan anggota polisi dan warga sipil sudah kita lakukan penahanan dan semuanya akan kita proses. Kita tunggu saja bagaimana proses tersebut," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (7/11).

Meskipun demikian, Argo tidak menjelaskan secara detail motif yang melatarbelakangi para oknum polisi yang menculik dan memeras WNA tersebut. "Nanti. Berkas jadi dikirim ke jaksa baru kita sampaikan semuanya," sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap oknum polisi yang terlibat dalam penculikan dan pemerasan terhadap warga negara asing (WNA) asal Inggris. Bahkan, Polri memastikan hukuman berat akan dijatuhkan jika mereka terbukti dalam kasus tersebut.

"Dia (oknum polisi) malah mencederai profesinya selaku penegak hukum, pelayan masyarakat, penjamin keamanan, malah jadi pelanggar hukum dan pelaku tindak pidana atau membantu terjadinya suatu hukum pidana harus dihukum keras, dua kali lipat," kata Iqbal di Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa (5/11).

Sejauh ini, Divisi Propam Polri masih melakukan proses pemeriksaan terhadap keempat oknum polisi tersebut. Iqbal menegaskan, perbuatan oknum polisi itu bertolak belakang dengan tugas kepolisian.

"Sedang diproses. Prinsipnya kalau terbukti, ada penegakan hukum, apalagi anggota polisi, gitu kan. Polisi itu pelindung, penegak hukum, pengayom masyarakat," sebutnya.

Selanjutnya proses penindakan akan dilakukan Divisi Propram Polri bersama Propam Polda Metro Jaya. Bahkan Sidang etik akan dilakukan setelah berkas pidana para pelaku selesai.

Pengungkapan kasus itu berawal adanya laporan polisi yang dibuat oleh Vitri Lugvuanty, rekan korban. Kata Argo, korban meminta izin pada Vitri untuk menemui seseorang untuk urusan bisnis pada 29 Oktober 2019.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More