Kamis 07 November 2019, 16:45 WIB

Harmoni Orkestra Tradisional Asean

Bagus Pradana | Weekend
Harmoni Orkestra Tradisional Asean

MI/Bagus Pradana
Asia Traditional Orchestra Concert

Korea Foundation bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menggelar konser orkestra bertajuk "Asia Traditional Orchestra Concert" pada Rabu (6/11). Konser itu  memperingati 10 tahun hubungan antara Korea dan negara-negara ASEAN yang tertuang dalam Korea - ASEAN Spesial Summit tahun 2009.

Bertempat di Balai Sarbini, Jakarta, sebanyak 40 pemusik dari 11 Negara ASEAN berkumpul menampilkan berbagai instrument tradisional yang terpadu dalam satu harmoni.

Konser dibuka dengan Medley lagu-lagu Nusantara: Alusi Au, Cublak-Cublak Suweng, Ampar-Ampar Pisang, dan Ayam Den Lapeh aransemen dari Vanty Sitorna Nahan yang mendapat sambutan meriah dari penonton. Gubahan lagu rakyat Korea Sail off the Boat dan My Love Mongryong dibawakan dengan sangat apik oleh konduktor Boom Hoon-Park.

Sail off the Boat menceritakan kapal yang berlabuh, yang memiliki makna simbolik tentang harapan dalam budaya Korea. Ritme dari lagu ini ringan dan gegap gempita yang menggambarkan laju kapal membelah ombak. Sedangkan My Love Mongryong digubah dari dongeng musikal Korea, Chunhyangga. Lagu ini dibawakan dalam irama musik tradisional Korea berbalut lantunan syair dengan cengkok yang sangat merdu.

Seni perkusi Korea Samulnori dan Gugak langsung mendapatkan sambutan riuh dari penonton. Irama yang dinamis dari musik perkusi tersebut berhasil menghipnotis penonton.

Dua lagu daerah dari Bali dan Papua, Yamko Rambe Yamko dan Jager menjadi puncak dari konser tersebut. Vonty Nahan selaku konduktor lagu sengaja memilih dua lagu itu untuk memperkenalkan khasanah Musik Indonesia kepada dunia. Dua lagu itu ia kemas dengan komposisi irama yang menggambarkan semangat persatuan bangsa Indonesia.

"Satu hal yang pasti orang seluruh dunia kenal mengenai Indonesia itu adalah Bali. Namun kita harus mulai kenalkan wajah Indonesia yang lain, bukan cuma Bali, tetapi dari Sabang sampai Merauke. Makannya saya kombinasikan antara Yamko Rambe Yamko dari Papua dan Janger dari Bali," terang Vonty Nahan kepada Media Indonesia.

"Kesulitan utama ada di alat musik, kami pakai alat musik tradisional dari berbagai negara di Asia. Mereka punya Tune yang pakem dan berbeda-beda. Akhirnya kita tabrakan aja dan arranger-nya harus mengombinasi instrumen. Kuncinya adalah komunikasi dengan para pemain," tambahnya.

Turut hadir dalam konser tersebut duta besar Korea untuk Indonesia HE Mr Kim Chang Beom. Ia mengaku bangga ketika melihat antusiasme masyarakat di Indonesia untuk mengenal lebih mendalam budaya Korea.

"Konser ini adalah perayaan 10 tahun hubungan Korea dengan negara-negara di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. "Asia Traditional Orchestra Concert" adalah bentuk komitmen Korea selama 10 tahun ini menjalin hubungan baik dengan negara-negara ASEAN melalui jalur kebudayaan. Banyak alat musik yang kami hadirkan, semuanya alat musik tradisional, dan ternyata alat musik ini mampu menciptakan harmoni yang indah. Inilah harapan kami, agar hubungan antara Korea dengan negara-negara ASEAN kedepannya dapat menghadirkan kesatuan harmoni yang indah seperti musik yang kita saksikan ini," ungkap Kim. (M-3)

Baca juga : Awas Dampak Eliminasi Makanan Ini Saat Diet

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More