Kamis 07 November 2019, 15:56 WIB

PSI Menolak Keras Penyelenggaraan Formula E 2020 di Jakarta

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
PSI Menolak Keras Penyelenggaraan Formula E 2020 di Jakarta

MI/Insi Nantika Jelita
Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo (kedua Kiri) bersama Anthony Winza Probowo (Kanan)

 

FRAKSI Partai Solidaritas Indonesia di DPRD DKI Jakarta menyatakan penolakan atas rencana penyelenggaraan event mobil listrik Formula E 2020. Menurut Anggota DPRD DKI dari PSI, Anthony Winza Probowo kondisi APBD DKI Jakarta sedang mengalami defisit, dimana seharusnya ada penghematan anggaran.

"Sekarang kita mikirnya gini aja, kita lagi defisit, tapi malah mendadak memasukkan kegiatan triliunan untuk dipakai event panggung harian. Banyak program yang akhirnya harus mengalah secara langsung akibat ini. Kami menolak event Formula E," ujar Anthony di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Kamis (7/11).

Diketahui, untuk menggelar event internasional itu, pihak Pemprov DKI Jakarta harus mengeluarkan 20 juta poundsterling atau sekitar Rp350 miliar untuk menggelar satu kali balapan. Itu adalah commitment fee yang wajib dibayar kepada organisasi penyelenggara balapan Formula E Operations (FEO)

“Ini uang rakyat. Saya turun ke masyarakat dan saya lihat masih banyak rakyat yang belum dapat akses air bersih, masih banyak gedung sekolah di Jakarta masih banyak yang belum direhabilitasi, ini malah mendadak memasukkan kegiatan triliunan," kata Anthony.

Penyelenggaraan Formula E 2020 di Jakarta, kata Anthony, yang menghabiskan anggaran triliunan rupiah hanya untuk beberapa hari saja. Menurutnya, rencana yang didukung penuh oleh Gubernur DKI Anies Baswedan itu sekedar gaya-gayaan belaka.

“Malu ini kalau kita gaya-gayaan internasional padahal tidak berkaitan dengan perencanaan strategis daerah di Jakarta. Saya tekankan, kalau mau gaya-gayaan dan mencari panggung jangan pakai uang rakyat. Lalu tidak jelas berapa proyeksi pendapatan yang kita terima,” tegas Anthony

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi E dari Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo mempertanyakan kajian investasinya penyelenggaran Formula E itu.

"Kami mempertnayakan apa sih urgensinya kegiatan itu? Lalu kajian analisis investasinya mana? Malah yang ada di Komisi E ada pemotongan anggaran prasarana dan sarana olahraga. Andai kata bisa dana swasta kenapa pakai uang rakyat," tutur Ara sapaan akrab Anggara.

PSI juga menyorot bahwa penyelenggaraan Formula E tidak ada di dokumen perencanaan, yakni di RPJMD dan RKPD. Anggara menyesalkan rencana penganggaran Formula E yang tidak tepat sasaran. Apalagi, anggaran tersebut harus diketok DPRD dalam hitungan hari. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More