Kamis 07 November 2019, 14:08 WIB

Rumah Tidak Layak Huni di NTT Sumbang Angka Kemiskinan Tertinggi

Palce Amalo | Nusantara
Rumah Tidak Layak Huni di NTT Sumbang Angka Kemiskinan Tertinggi

MI/Palce Amalo
Ketua DPD REI NTT Boby Pitoby menyerahkan cinderamata sasando kepada Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP REI, Djoko Slamet Oetomo.

 

KETUA DPD Real Estate Indonesia (REI) NTT Boby Pitoby mengatakan selama memimpin REI periode 2016-2019, REI telah membangun lebih dari 10.000 rumah bersubsidi. Namun, angka itu masih sangat kecil karena kesenjangan antara jumlah rumah yang terbangun dan kebutuhan masyarakat (backlog) di daerah itu masih sangat besar, yakni 90.538 unit.

Jumlah itu belum termasuk rumah tidak layak huni di daerah itu yang mencapai 340.000 unit. Termasuk penyumbang terbesar angka kemiskinan di daerah itu. Pasalnya dari 14 kriteria penduduk miskin, enam kriteria di antaranya berhubungan dengan rumah, yakni jenis lantai, fasilitas MCK, dinding rumah, sumber penerangan, sumber air minum, dan bahan bakar untuk memasak.

Saat ini NTT tercatat sebagai provinsi dengan penduduk miskin terbesar ketiga di Indonesia yakni sebesar 12,8%. Menurut Boby, angka rumah tidak layak huni di NTT terbesar kedua di Indonesia setelah Papua yang membuat tanggungjawab DPD REI NTT membangun rumah layak huni sangat besar.

Menurutnya, periode Januari-Oktober 2019, jumlah rumah yang terbangun mencapai 2.900 unit. Angka itu mestinya meningkat lagi jika kuota rumah bersubsidi tidak habis.

"Kuota rumah bersubsidi di NTT sudah habis sejak Agustus 2019 yang membuat penyerapan rumah bersubsidi melambat," ujarnya saat menghadiri Musda DPD REI NTT di Kupang, Kamis (7/11/2019).

Dalam Musda tersebut calon ketua umum DPP REI periode 2019-2022, Totok Lusida ikut hadir. Totok Lusida datang ke musda bersama calon Sekjen DPP REI, Amran Nukman  yang juga menjabat Ketua DPD REI DKI Jakarta periode kedua. Musda tersebut juga dihadiri Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP REI, Djoko Slamet  Oetomo, mewakili Ketua DPP REI Soelaiman Soemawinata.

Menurut Totok, jelang Munas REI terpecah dalam dua kelompok diduga akibat perbedaan dukungan dan juga cara pandang. Padahal keduanya memiliki potensi yang luar biasa. Karena itu, jika ia terpilih menjad ketua umum REI, Totok berjanji akan merangkul seluruh anggota. Kekuatan REI tidak boleh terpecah.

baca juga: BNN Tangkap Tiga Pengedar Narkoba Dikendalikan Dari Lapas

"Kami akan menkonsolidasikan semua potensi anggota REI," kata Totok.

Dia juga berjanji akan meningkatkan pelayanan organisasi serta meningkatkan posisi tawar REI sebagai mitra strategis pemerintah. Sementara itu, Boby Pitoby yang juga Ketua Garda Pemuda NasDem NTT itu menjadi satu-satunya calon ketua DPD REI NTT periode 2019-2022. Musda diikuti puluhan anggota REI dari seluruh kabupaten dan kota
se-NTT. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More