Kamis 07 November 2019, 12:54 WIB

Kemenkes: Kesehatan Kunci Cetak SDM Unggul

Atalya Puspa | Humaniora
Kemenkes: Kesehatan Kunci Cetak SDM Unggul

ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Sekjen Kemenkes Oscar Primadi (kanan)

 

KEMENTERIAN Kesehatan mengatakan untuk mempersiapkan SDM unggul demi Indonesia maju, harus didahului SDM sehat dan kuat. Untuk itu, dibutuhkan upaya bersama seluruh pemangku kepentingan pada pelaksanaan pembangunan kesehatan secara komprehensif.

"Kita harus perluas akses kesehatan dengan memanfaatkan teknologi inovasi ke seluruh pelosok Tanah Air untuk meningkatkan kualitas kesehatan melalui budaya hidup sehat," kata Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi dalam sambutannya di acara Pameran Pembangunan Kesehatan dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-55 Tahun 2019, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (7/11).

Oscar menyebut pembangunan kesehatan sebagai pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar Tahun 1945 telah mencapai hasil yang menggembirakan, yaitu berkontribusi dalam peningkatan nilai Indeks Pembangunan Manusia dan Usia Harapan Hidup.

Baca juga: Ciptakan SDM Kompetitif, Terobosan Mendikbud Ditunggu

Peningkatan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Tahun 2018 adalah bukti nyata capaian pembangunan kesehatan, antara lain menurunnya angka stunting balita, angka kematian ibu dan angka kematian neonatal. Khususnya dalam penurunan stunting, telah berhasil turun hampir 10% dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Namun begitu, tantangan pembangunan kesehatan masih terbentang, terutama upaya untuk menurunkan stunting menjadi di bawah angka WHO (20%).

"Pesan khusus Presiden bahkan jika bisa stunting ditekan menjadi 1 digit. Kita turunkan angka stunting sehingga anak-anak kita bisa tumbuh menjadi generasi yang premium," tambah Oscar.

Oscar juga berharap generasi sehat dapat menjadi SDM Unggul yang akan mengisi 100 tahun Indonesia merdeka saat bonus demografi mengantarkan Indonesia menjadi negara yang maju, makmur dan sejahtera.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More