Kamis 07 November 2019, 12:49 WIB

Anak Harus Dihindarkan Dari Perkara Hukum

John Lewar | Nusantara
Anak Harus Dihindarkan Dari Perkara Hukum

MI/John Lewar
Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian PPPA, Nahar meminta semua pihak untuk mencegah anak berurusan dengan hukum.

 

DEPUTI Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar meminta semua pihak untuk mencegah anak berurusan dengan masalah hukum.

"Akar masalahnya harus diselesaikan dan anak tidak seharusnya tersentuh pada hukum.Jika tersentuh kekerasan terhadap hukum tanpa melihat akar masalahnya maka kejadian itu bisa terulang lagi. Harapannya anak harus dibimbing ke jalan baik," kata Nahar dalam acara sosialisasi kebijakan perlindungan anak berhadapan dengan hukum di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamis (7/11/2019).

Dia  mengajak kepada seluruh elemen terkait anak, agar mereka tidak terjebak dalam berbagai stigma. Seperti pelecehan seksual, pedofilia, dan berbagai kasus yang melibatkan anak.

"Kalau anak masuk dalam pergerakan radikalisme, semua perlu melihat dari mana akar masalahnya. Ajak anak dan dibina kembali ke jalan benar. Baik buruknya anak tergantung didikan orang tua itu sendiri. Anak itu amanah," tegasnya.

Dia menegaskan pergaulan anak perlu dikontrol oleh lingkungan sekitar. Demikian juga cara mendidik anak yang baik akan menghasilkan baik pula.

"Jika pergaulan menjual narkoba dan tawuran biasanya anak-anak menjadi korban karena mafia. Dan ini berujung pada stigma," tambahnya.

baca juga: Iuran Naik, Belum Seluruh Warga Flotim Dijamin BPJS Kesehatan

Pada kesempatan sama Asisten I Bidang Pembangunan Manusia Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Tama mengatakan Pemkab Manggarai Barat telah memiliki Perda Perlindungan Anak.

"Kabupaten ini kedepan disebut kabupaten sayang anak," ucapnya.(OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More