Kamis 07 November 2019, 10:56 WIB

Pendidikan PAUD Diarahkan Lebih Holistik

Indriyani Astuti | Humaniora
Pendidikan PAUD Diarahkan Lebih Holistik

ANTARA FOTO/Maulana Surya
Petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno Kota Solo menunjukan cara menggosok gigi kepada siswa Paud Negeri Pembina Bhineka

 

PENDIDIKAN bagi anak usia dini (PAUD) tengah diperbaiki agar pendekatannya lebih holistik. Tidak hanya fokus pada pendidikan pengasuhan tetapi juga mengarah pada kesentosaan anak (well-being).

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar menuturkan pendidikan PAUD harus mencakup pelayanan kesehatan nutrisi dan perlindungan.

"Anak harus diberikan perlindungan seperti akta lahir. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan sektor lain seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan untuk gizi dan dinas sosial," ujar Harris seusai menghadiri acara Apresiasi dan Anugerah Orang Tua Hebat di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (6/11).

Guna meningkatkan kompetensi tenaga pendidik jenjang PAUD dan orang tua, Harris mengatakan pelatihan-pelatihan diberikan baik dalam bentuk modul ataupun pendampingan kepada keluarga melalui fasilitator.

Baca juga: Optimistis PAUD Berjalan Lebih Baik

Adapun materi yang diberikan antara lain pengasuhan. Untuk kurikulum, imbuhnya, secara garis besar sudah ada tetapi pihaknya tengah melakukan uji coba standar tingkat pencapaian perkembangan anak supaya ketika lulus dari PUAD, anak siap bersekolah.

"Kalau di pendidikan dasar namanya standar kelulusan," ucapnya.

Implementasi di lapangan, lanjut Harris, harus sangat fleksibel, tidak kaku dan menyesuaikan dengan perkembangan anak serta daerah masing-masing di budaya anak berada. Saat ini, sudah 7,4 juta anak yang menerima intervensi dana bantuan operasional sekolah (BOS). Besarannya Rp600.000 setiap bulan. Dana tersebut menurutnya sangat penting sebagai tindak lanjut kebijakan wajib pendidikan usia dini untuk anak.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More