Kamis 07 November 2019, 08:25 WIB

Gelagapan Antisipasi Bencana

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Gelagapan Antisipasi Bencana

medcom.id
Wali Kota Pekanbaru, Riau, Firdaus

 

BERKEJARAN dengan waktu, Wali Kota Pekanbaru, Riau, Firdaus, harus membenahi 12 kecamatan rawan banjir di wilayahnya. Namun, ketika awal musim penghujan datang, ia hanya bisa mengerahkan alat berat untuk bekerja ke dua kecamatan, Tampan dan Payung Sekaki.

"Untuk mencegah terjadinya banjir, kami harus menormalisasi sungai, anak sungai, drainase, dan aliran air. Alat berat harus dikerahkan," ungkap Firdaus, kemarin.

Saat ini, dia mengakui, banyak jaringan aliran air dan sungai mati sehingga harus dibersihkan. Untuk mengejar waktu, ia pun meminta para camat dan lurah melakukan pembersihan lingkungan dengan cara manual, melibatkan masyarakat.

Kendati belum menyeluruh, Pekanbaru sudah satu langkah di depan Kota Cirebon. Daerah di Jawa Barat itu, seperti diungkapkan Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah Agung Sedijono, baru kelar mengidentifikasi wilayah rawan bencana banjir. Kerawanan ada di Kecamatan Harjamukti, Kesambi, Lemahwungkuk, dan Pekalipan.

Langkah antisipasi banjir pun baru sebatas imbauan. "Sebentar lagi hujan datang, warga kami imbau untuk waspada. Jangan buang sampah ke sungai," ungkap Agung.

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, juga melakukan antisipasi dengan mengeluarkan surat peringatan dan surat keputusan darurat bencana banjir yang berlaku November 2019-Februari 2020. "Dengan terbitnya SK itu, aparat diharuskan siaga 24 jam sehari, dan personel harus memantau di titik-titik kerawanan," ujar Kepala Seksi BPBD, Arif Maharani.

Selain aparat, persiapan peralatan juga dilakukan, di antaranya perahu karet untuk evakuasi korban, pengiriman logistik, obat-obatan, tenda darurat, dapur umum, dan lokasi pengungsian.

Kota Pekalongan berada di dataran rendah sehingga jadi langganan banjir dan rob. Pemerintah tengah membangun tanggul penahan rob dan menormalisasi sungai sehingga diharapkan dapat mencegah datangnya bencana.

Rawan tanah longsor

Tidak hanya banjir, tanah longsor juga jadi ancaman. Di Kabupaten Garut, tiga kecamatan jadi langganan longsoran, yakni Malangbong, Cikajang, dan Cigedug.

"Saat ini, kami menantikan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang melakukan penelitian di tiga kecamatan itu. Dari PVMBG, kami akan melangkah, melakukan relokasi warga, atau ada langkah lain," aku Kabid Pencegahan BPBD Garut, Tubagus Agus Sofyan.

Sejumlah lokasi permukiman di tiga kecamatan itu dalam kondisi kritis. Warga membangun rumah di bantaran sungai atau di pinggir tebing yang rawan longsoran.

"Untuk menggelar langkah antisipasi lebih dini, kami masih terbentur anggaran. Alat deteksi dini baru terpasang di Sungai Cimanuk dan Pantai Pamengpeuk. Tidak satu pun yang terpasang di titik rawan longsoran," tandasnya.

Di Klaten, Jawa Tengah, PVMBG menyatakan sembilan kecamatan rawan gerakan tanah dan longsoran. "Kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama di musim penghujan," ujar Kabid Pencegahan BPBD Klaten, Nur Tjahjono.

Sementara itu, di Brebes, Jawa Tengah, enam kecamatan rawan tanah longsor. "Kita akan membangun posko siaga bencana di wilayah itu," janji Bupati Idza Priyanti. (UL/AS/AD/JS/JI/RF/YK/TB/BB/BK/RS/SS/OL/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More