Kamis 07 November 2019, 01:31 WIB

Inilah Penyebab Kaum Urban Rawan Serangan Jantung 

Farhan Zhuhri | Humaniora
Inilah Penyebab Kaum Urban Rawan Serangan Jantung 

Dok RS MMC
Ruang Katerisasi Jantung

 

Inilah Penyebab Kaum Urban Rawan Serangan Jantung Data World Heart Federation (WHF) menyebutkan bahwa penyakit jantung sebagai pembunuh nomor satu di dunia dengan membunuh lebih dari 17 juta jiwa setiap tahunnya, yang diperkirakan akan meningkat menjadi 23,3 juta jiwa di tahun 2030. Hal tersebut sejalan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebutkan bahwa 31% dari seluruh kematian di dunia disebabkan oleh penyakit jantung koroner. 

Di Indonesia, merujuk data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya 15 dari 1000 orang atau sekitar 2,8 juta individu di Indonesia menderita penyakit jantung. Mengutip Sample Registration System (SRS) 2014, penyakit jantung menduduki peringkat kedua tertinggi setelah stroke untuk tingkat kematian terbanyak di Indonesia.

Prof. Dr. dr. Idrus Alwi, Sp.PD, KKV, FACC, FESC  Dokter Spesialis Kardiovaskular dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS MMC), mengatakan. “Meningkatnya penderita penyakit jantung di Indonesia, tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat. Kemajuan teknologi yang membuat semua serba mudah, membuat kita kurang dalam bergerak, kurang olah raga, stress, belum lagi kebiasaan merokok dan minuman alcohol.  Gaya hidup seperti ini yang pada akhirnya memunculkan degenerative, salah satunya penyakit jantung. Di RS MMC, dari keseluruhan pasien penyakit jantung, sebagian besar adalah pasien yang menderita penyakit jantung dikarenakan gaya hidup, bukan karena genetic."

Gaya hidup picu risiko 
Meningkatnya penderita penyakit jantung yang disebabkan karena gaya hidup ini, juga mendapat perhatian dari Sonia Wibisono, seorang  Dokter, Sosialita  serta pengamat Gaya Hidup masyarakat metropolitan. Menurut Sonia, “Tidak dapat dipungkiri, kehidupan masyarakat metropolitan sangat rawan untuk terkena penyakit jantung. Selain kurang berolah raga, factor yang sangat berperan adalah stress serta pola makan. Masyarakat kota metropolitan seperti Jakarta, stress terjebak kemacetan adalah hal yang dihadapi sehari-hari. Belum lagi kebiasaan makan yang kurang sehat / junk food karena masalah kepraktisan. Peningkatan penderita penyakit jantung yang dikarenakan gaya hidup ini sebenarnya bisa dilakukan pencegahan. Tentu dengan menjaga kualitas hidup, menjaga kesehatan, dan yang paling penting adalah kesadaran terhadap kesehatan, yang harus dimiliki oleh setiap individu”

Terkait meningkatnya penyakit jantung yang disebabkan oleh gaya hidup ini, Esti Nurjadin, Ketua Yayasan Jantung Indonesia mengatakan, “Yayasan Jantung Indonesia tidak pernah berhenti mengkampanyekan gaya hidup sehat dan turut aktif dalam upaya penurunan kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Yayasan Jantung Indonesia juga telah menyusun program yang menjadi acuan pelaksanaan kerja, mencakup ; pertama, Kegiatan Promotif, yaitu penyuluhan kepada masyarakat luas melalui media. Kedua, adalah kegiatan Preventif, yaitu kegiatan olah raga jantung sehat melalui Klub Jantung Sehat dan Klub Jantung Remaja yang tersebar diseluruh Indonesia. Dan yang ketiga, adalah kegiatan Kuratif /Rehabilitatif, berupa bantuan biaya bedah dan non bedah penyakit jantung bawaan, pengembangan penelitian penyakit jantung dan pembuluh darah, kegiatan deteksi dini dan skrining untuk resiko penyakit kardiovaskular di masyarakat”.

Penderita penyakit jantung yang berasal dari berbagai kelas lapisan masyarakat ini, mendapat perhatian dari RS Metropolitan Medical Centre, dengan terus meningkatkan fasilitas dan layanan bagi pasien penyakit Jatung. Di Rumah Sakit yang sudah 32 Tahun beroperasi di Indonesia ini, berbagi peralatan dengan teknologi terbaru untuk penanganan penyakit jantung sudah tersedia.

Pusat Pelayanan Jantung 
Saat ini, RS MMC telah memiliki Cardio Cerebro Vascular Centre (CCVC) atau Pusat Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah. Di CCVC ini kami menyediakan layanan terpadu mulai dari Kateterisasi Jantung, Pemasangan Pacu Jantung, Tindakan  Diagnostik  dan Terapi Vaskuler, Tindakan Radiologi Intervensi serta Ruang Perawatan ICCU”.

Selanjutnya Sonia Wibisono menambahkan, “Penyakit Jantung yang merupakan penyakit degenerative, sebenarnya bisa dicegah. Masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat, yaitu makan sehat dan olah raga, serta istirahat yang cukup, hindari stress dan lain-lain. Pola makan juga sangat memberikan kontribusi. Dengan pola makan yang sehat, mengurangi bahkan menghindari makanan-makanan yang tinggi lemak, akan sangat membantu dalam pencegahan penyakit jantung koroner.”
    
Dr. Roswin R Djaafar, MARS  Direktur Utama RS MMC mengatakan,” Sejalan  dengan Hari Jatung Dunia yang diperingati setiap tanggal 29 September, tahun ini RS MMC mengangkat Thema “Save Our Heart”. Dimana kami sebagai pelaku di dunia kesehatan,mengajak masyarakat untuk perduli terhadap kesehatan jantung, baik itu pencegahan maupun perawatan apabila terjadi gangguan pada jantung. Kedepan, kami akan secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit jantung koroner ini.”(X-16)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More