Kamis 07 November 2019, 06:40 WIB

Daihatsu dan Komunitas Edukasi Keselamatan Berkendara

(RO/S-3) | Otomotif
Daihatsu dan Komunitas Edukasi Keselamatan Berkendara

DOK. DAIHATSU
LEBIH dari 50 member komunitas Daihatsu di Jawa Timur berkumpul di outlet Astra Daihatsu Cabang Surabaya Waru untuk menghadiri Auto Clinic

LEBIH dari 50 member komunitas Daihatsu di Jawa Timur berkumpul di outlet Astra Daihatsu Cabang Surabaya Waru untuk menghadiri Auto Clinic 2019: Anticipated Driving Program, Minggu (3/11). Program yang diselenggarakan Daihatsu bersama GT Radial itu merupakan yang terakhir dari total tujuh batch sepanjang tahun ini.

Acara serupa sebelumnya digelar di Jakarta, Bandung, Semarang, Bekasi, dan Tangerang. Di putaran terakhir itu, antusiasme peserta ternyata sangat tinggi.

Meskipun diadakan di Kota Surabaya, banyak pula peserta yang datang dari beberapa wilayah Jawa Timur lain, seperti Sidoarjo, Pasuruan, Gresik, Mojokerto, Blitar, Malang, dan Madiun. Acara itu dibuka Sapto Pamungkas selaku kepala bengkel sekaligus koordinator servis wilayah Jawa Timur Astra International Daihatsu Sales Operation.

Dalam sambutannya, Sapto mengungkapkan kebahagiaannya atas antusiasme dan sambutan positif dari rekan-rekan klub member, sekaligus menyampaikan harapannya semoga event ini bisa menjadi awal silaturahim yang baik antara komunitas dan outlet Daihatsu. "Klub dan outlet merupakan keluarga besar Daihatsu sehingga outlet kami juga menjadi rumah dari rekan-rekan klub/komunitas Daihatsu," ujarnya.

Praktisi keselamatan berkendara dari dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sonny Susmana, memberikan banyak kiat keselamatan dan keahlian tambahan berkendara untuk para peserta. Salah satu materi yang menarik, yaitu fakta tingginya angka kecelakaan akibat pecah ban dan kelelahan/mengantuk.

Pecah ban bisa terjadi jika kondisi ban sudah tidak layak pakai dan kurang angin. Kelelahan (fatigue) terjadi karena pengemudi mengabaikan sinyal dari tubuh untuk beristirahat dan memaksakan diri untuk cepat sampai.

Sonny menyampaikan bahwa sebaiknya tubuh diistirahatkan jika sudah berkendara lebih dari 3 jam. Jika mengantuk, boleh minum kopi, tapi kemudian harus tetap tidur.

Itu karena efek kafeina akan dirasakan 1 jam setelah diminum. Saat bangun, tubuh kembali terasa segar karena memperoleh istirahat yang cukup dan efek kafeina kopi.

Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan praktik judgement ability test menggunakan New Astra Daihatsu Sigra. Di sesi ini, peserta diajarkan tentang teknik pengereman, melatih fokus berkendara, serta mengambil keputusan jika mengalami kondisi yang tidak diinginkan saat berada di jalan raya.

Sesi itu juga berlangsung ramai karena jika ada yang menabrak cone, peserta lain serta merta menyoraki. Sebaliknya, jika ada yang berhasil melewati rintangan, peserta lain akan memberikan tepuk tangan.

"Acara cukup menarik dan banyak memberikan pengalaman serta pengetahuan baru, bukan hanya teori, melainkan ada sesi praktik yang membuat saya deg-degan," ujar Hanif Ashari, anggota Avanza Xenia Club Indonesia Club (AXIC). (RO/S-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More