Rabu 06 November 2019, 23:10 WIB

Muncul Isu Resesi Ekonomi, Bappenas Tetap Optimistis Bangun IKN

Faustinus Nua | Ekonomi
Muncul Isu Resesi Ekonomi, Bappenas Tetap Optimistis Bangun IKN

MI/Ramdani
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa

 

MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan bahwa pemerintah optimistis untuk membangun ibu kota negara (IKN).

Munculnya isu resesi ekonomi akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, kemudian pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya berada di kisaran angka 5%, serta prediksi Bank Dunia bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus melambat, menurutnya tidak membuat pemerintah ragu untuk menyukseskan program besar itu.

"Mimpi itu ada, semua dimulai dari mimpi. Tapi saya kira kita juga mesti tetap optimis," kata dia dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta (6/11).

Menurut Suharso, program tersebut merupakan harapan Presiden Joko Widodo untuk bisa menyukseskan pemerataan pembangunan di Tanah Air. Program tersebut juga merupakan kelanjutan dari program lama yang pernah dicanangkan pemimpin-pemimpin bangsa sebelumnya.


Baca juga: Percepatan Pembangunan Kilang Dorong Swasembada Energi


Terkait isu resesi ekonomi, ia melanjutkan bahwa hal itu tidak berdampak langsung terhadap pembangunan IKN. Dijelaskannya, pembangunan ibu kota baru tersebut menggunakan beberapa skema pembiayaan sehingga tidak memberatkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"APBN itu hanya untuk dasarnya saja. Selanjutnya kerja sama dengan swasta dan BUMN melalui skema KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha)," jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa Indonesia mengikuti negara-negara yang sukses membangun ibu kota baru. Keberhasilan negara-negara tersebut bisa dijadikan contoh untuk meningkatkan optimisme masyarakat Indonesia sendiri.

Di samping itu, kegagalan negara lain dalam membangun ibu kota baru bisa dijadikan pembelajaran agar tidak mengalami hal serupa.

"Sudah banyak negara yang sukses dan gagal. Kita tidak ngaca di situ kita mau meniti sejarah sendiri dan ingin berhasil serta menjadi contoh dunia," tuturnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More