Kamis 07 November 2019, 05:30 WIB

Karpet Merah buat Investor Bahlil Siapkan Enam Jurus

(Mir/Ant/E-2) | Ekonomi
Karpet Merah buat Investor Bahlil Siapkan Enam Jurus

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

 

KEPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyiapkan enam jurus atau strategi untuk menyambut investasi masuk ke Indonesia. Hal itu sebagai langkah nyata agar investor yang menanamkan modal di Tanah Air benar-benar mendapat karpet merah.

"Pertama, kemudahan berbisnis (ease of doing business/EODB). Kemudahan berbisnis kita sempat membaik, tapi tahun ini stagnan di peringkat 73. Berikutnya, kami target masuk 50 besar. Peringkat Indonesia pun sempat naik signifikan 19 peringkat ke posisi 72. Tetapi, turun tahun lalu ke posisi 73," katanya dalam keterangan resminya, kemarin.

Jurus kedua, BKPM akan mengeksekusi investasi besar yang selama ini terhenti karena kendala-kendala di lapangan.

"Dia (investor) sudah ada izin. Tapi, belum juga bangun-bangun pabrik, misalnya. Kami akan kirim tim satgas (satgas) membantu selesaikan," ujarnya.

Langkah ketiga, Bahlil akan mendorong investor bermitra dengan usaha kecil dan menengah (UKM) lokal agar tercipta ekosistem dan iklim investasi yang kondusif.

Keempat, BKPM akan mendorong penyebaran investasi lebih luas, namun berkualitas. Penyebaran investasi ke luar Pulau Jawa juga akan terus didorong.

"Meski demikian, tidak sekadar meluas, tapi juga investasi harus berkualitas. Ada nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, dan kemitraan dengan pihak lokal," tegasnya.

Langkah kelima, Bahlil akan terus gencar melakukan promosi investasi yang terfokus berdasarkan sektor dan negara tujuan promosi.

Fokus investasi di sektor infrastruktur, misalnya, dianggap lebih cocok ditargetkan ke negara Eropa, Asia Timur, dan Timur Tengah. Adapun pengembangan sumber daya manusia lebih ditargetkan ke Australia dan Amerika.

Terakhir, Bahlil akan menge-rek investor dalam negeri untuk menghadapi perlambatan laju perekonomian global.

"Kami harus perkuat investor dalam negeri. Tidak hanya investasi-investasi besar, kita juga mencoba masuk kepada UMKM dan pengusaha-pengusaha menengah," imbuhnya.

Bahlil mengatakan, minat investor untuk masuk ke Indonesia sangat tinggi. Sayangnya, realisasi investasi tidak optimal karena masih banyak kendala yang menghadang investor saat masuk dan berinvestasi di dalam negeri. (Mir/Ant/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More