Rabu 06 November 2019, 21:44 WIB

Mendikbud Investigasi Robohnya SDN Gentong

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Mendikbud Investigasi Robohnya SDN Gentong

Antara
Petugas dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) mengecek Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong

 

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menyampaikan keprihatinan dan bela sungkawa atas insiden rubuhnya bangunan SDN Gentong, Kecamatan Gading Rejo, Kota Pasuruan yang menelan dua korban jiwa.

“Saya luar biasa sedih mendengar berita rubuhnya ruang kelas tersebut. Ucapan belasungkawa saya kepada keluarga korban, baik guru maupun murid. Kepada korban luka, semoga segera diberikan kesembuhan. Saya juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian rubuhnya empat ruang kelas SDN Gentong,” kata Nadiem Anwar Makarim dalam pernyataan resmi, Rabu (6/11).

Nadiem menambahkan, tim dari Inspektorat Jenderal telah diterjunkan bersama tim dari pemerintah daerah (Pemda) setempat melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden yang terjadi pada Selasa pagi (05/11).

"Saya sudah bicara dengan wakil wali kota. Kami berkomitmen untuk mendukung pemda untuk menyelesaikan investigasinya. Dan memastikan rencana ke depan untuk menghindari hal ini terjadi lagi," jelasnya.

Sebagai ungkapan keprihatinan dan duka cita yang mendalam, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memberikan santunan kepada masing-masing korban meninggal dunia. Dua korban meninggal dunia tersebut adalah siswa kelas 2 Irza Almira (8) dan Guru Tidak Tetap (GTT) Sevina Arsy (19). Santunan telah disampaikan oleh Tim Direktorat Pembinaan SD.

Berdasarkan laporan sementara, ruang kelas yang rubuh tersebut terdiri dari ruang kelas II A, II B, V A, dan V B SDN Gentong. Atas kejadian ini, Mendikbud berharap pemerintah daerah sebagai pengelola pendidikan untuk selalu memantau dan memastikan kelayakan bangunan sekolah agar lebih aman dan nyaman dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

“Saya harap agar tidak terjadi hal yang serupa, kepada semua Pemda untuk selalu memantau kondisi bangunan sekolah. Ketika ada tanda-tanda kerusakan, pihak sekolah bisa melaporkan kepada dinas pendidikan setempat agar segera diperbaiki. Semua ini untuk kenyamanan dan keamanan siswa dalam proses belajar mengajar,” pesannya.

Untuk proses rehabilitasi sekolah yang rusak, kebijakan penanganan pascainsiden ini akan dilakukan oleh pemerintah daerah. Saat ini, tim dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Timur telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Perencanaan Umum Kota Pasuruan untuk mendalami penyebab rubuhnya bangunan SDN Gentong.

“Saya sudah kirimkan tim dari Inspektorat Jenderal ke lokasi. Saya juga memikirkan bagaimana kita bisa menghindari hal ini tidak terjadi lagi, dan tentunya investigasi akan terus berjalan. Harapan saya adalah dengan menciptakan suatu sistem pemantauan yang lebih baik, dan kita bisa menghindari hal ini tidak terjadi lagi," pungkasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More