Kamis 07 November 2019, 04:20 WIB

Berbagi Angka di Malam yang Gila

Rahmatul Fajri | Sepak Bola
Berbagi Angka di Malam yang Gila

AFP
Ajax Amsterdam vs Chelsea

 

DELAPAN gol, dua diantaranya gol bunuh diri, serta dua tendangan penalti mewarnai laga dramatis saat Chelsea menjamu Ajax Amsterdam dalam penyisihan Grup H Liga Champions, kemarin dini hari. Pertandingan yang juga diwarnai dua kartu merah bagi Ajax tersebut berakhir 4-4.

Bagi Chelsea, hanya mampu memetik satu poin di kandang sudah menjadi hasil terbaik setelah lebih dulu tertinggal 1-4. Sementara itu, bagi Ajax, kegagalan memebawa pulang poin maksimal dari Stamford Bridge kali ini patut disesali.

Sempat dikejutkan melalui gol bunuh diri Tammy Abraham di menit ke-2, kepercayaan diri the Blues kembali naik seusai penalti Jorginho di menit ke-5 mengubah skor menjadi 1-1. Namun, Chelsea sepertinya harus menelan pil pahit dikandang setelah Ajax mampu memperbesar keunggulan melalui gol Quincy Promes (20'), bunuh diri kiper Chelsea Kepa Arrizabalaga (35'), serta gol Donny van de Beek (55').

Tidak punyak pilihan selain menyerang untuk mengejar desfisit gol, Chelsea bermain terbuka. Hasilnya, di menit ke-63 Cesar Azpilicueta mampu membawa Chelsea memperkecil ketinggalan menjadi 2-2.

Di pertengahan babak kedua, Chelsea mendapat keuntungan besar dengan kartu merah yang diterima dua pemain Ajax, Daley Blind (68') dan Joel Veltman (69'). Unggul dua pemain, Chelsea makin leluasa membongkar pertahanan Ajax. Hasilnya, dua gol tambahan berhasil dicetak Chelsea melalui Jorginho dari titik penalti menit ke-71 serta Reece James (74') sekaligus mengubah skor menjadi 4-4.

"Ini laga yang penuh kegilaan. Saya sangat senang dengan semangat dan karakter yang kami perlihatkan," ungkap pelatih Chelsea, Frank Lampard.

Berbeda dengan Lampard, raut kecewa tampak di wajah pelatih Ajax, Erik ten Hag. Kemenangan yang sudah di depan mata harus hilang hanya dalam sekejap.

"Kami sepenuhnya mengontrol pertandingan dan semuanya berubah dalam satu momen. Dari penampilan, kami seharusnya bisa menang, baik dengan bermain 11 maupun sembilan orang," ungkapnya.

Kekecewaan juga diungkapkan striker Ajax, Dusan Tadic. Menurutnya, wasit telah merebut kemenangan Ajax.

"Kami jauh lebih baik. Kami seharusnya berbicara tentang permainan kami karena kami berhasil unggul dan semuanya terkendali sampai kemudian satu orang mencuri segalanya dari kami," kata Tadic.


Butuh dua poin tambahan

Di Grup E, Liverpool sukses memanfaatkan laga kandang dengan membekuk Genk 2-1 di Anfield. Tambahan tiga poin membuat 'si Merah' hanya butuh tambahan dua poin dari dua laga sisa untuk lolos ke babak 16 besar.

Alex Oxlade-Chamberlain menjadi penentu kemenangan Liverpool dengan golnya di menit ke-53. Satu gol Liverpool lainnya dicetak Georginio Wijnaldum (14'), sedangkan gol balasan Genk disumbang Mbwana Samatta (41').

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengaku senang dengan hasil ini, meski ia mengaku butuh kerja keras untuk mencetak gol kemenangan. "Jika kamu mencetak satu gol, kemudian mereka membalasnya, lalu itu akan butuh banyak usaha mencetak gol kedua. Kami mengubah permainan di babak kedua dengan rencana untuk meraih kemenangan dan kami melalukan itu, jadi pekerjaan tuntas," ungkap Klopp

Dengan kemenangan ini, Liverpool berada di pucuk klasemen dengan raihan sembilan poin. Liverpool unggul satu poin dari Napoli yang berada di peringkat kedua setelah ditahan Salzburg 1-1. (AFP/R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More