Kamis 07 November 2019, 04:00 WIB

Luis Milla Aspas Berpeluang Besar Kembali ke Skuad Garuda

MI | Sepak Bola
Luis Milla Aspas Berpeluang Besar Kembali ke Skuad Garuda

Luis Milla
Dok. MI

 

KEPASTIAN status Simon McMenemy di Timnas Indonesia terjawab sudah. Kemarin, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menegaskan pelatih asal Skotlandia itu tidak akan menuntaskan kontrak selama dua tahun yang ditandatangani pada 20 Desember 2018.

“Keputusan soal Simon diambil dalam rapat exco. Sudah pasti (dipecat) tapi kita menunggu pelatih yang kita inginkan. Perlu ada administrasi, tidak bisa begitu saja,” ungkap Iriawan, kemarin.

Menurut Iriawan, Simon tidak lagi akan menangani Tim Garuda selepas laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Malaysia, 19 November mendatang. Keputusan untuk melepas Simon setelah laga kontra Malaysia, jelasnya, diambil dengan pertimbangan kondisi mental para pemain jelang laga kontra Malaysia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Simon atas kerja sama selama ini. Semoga laga melawan Malaysia kita mendapatkan hasil yang positif,” imbuh Iriawan.

Selama menangani Timnas Indonesia dari tujuh laga, Simon hanya menang dua kali. Lima laga lain berakhir dengan kekalahan, termasuk empat kekalahan beruntun di kualifikasi Piala Dunia 2022.

Soal pengganti Simon, Iriawan mengatakan PSSI memiliki dua kandidat yaitu pelatih asal Spanyol, Luis Milla Aspas serta mantan pelatih timnas Korsel, Shin Tae-yong. “Kita juga akan meminta pelatih lokal untuk memberi masukan terkait pelatih yang tepat menukangi timnas.” imbuhnya.

Pelatih timnas U-23 Indra Sjafri mengatakan perlu sosok yang benar-benar memahami seluk beluk sepak bola Indonesia agar bisa mengatasi kekurangan dan memaksimalkan potensi pemain.

Meski demikian, Indra enggan membeberkan nama kandidat yang menukangi timnas dan menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI. “Yang jelas pelatih harus paham betul soal sepak bola Indonesia,” ungkap Indra. (Faj/R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More