Kamis 07 November 2019, 03:00 WIB

Ayo Bank, Turunkan Suku Bunga Kreditmu

Ihfa Firdausya | Ekonomi
Ayo Bank, Turunkan Suku Bunga Kreditmu

ANTARA
Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Indonesia Banking Expo (IBEX) 2019 di Jakarta

 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengajak para pelaku industri perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit.

"Saya mengajak (perbankan) serius memikirkan untuk menurunkan suku bunga kredit. Masak negara lain sudah turun, BI rate sudah turun, banknya belum? Saya tunggu," kata Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Indonesia Banking Expo (IBEX) 2019 di Jakarta, kemarin.

Pernyataan itu disambut tepuk tangan para peserta yang hadir. Kebanyakan peserta ialah kalangan perbankan dan dunia usaha.

"Kalau tepuk tangan, berarti setuju. Oke saya catat lagi," lanjut Jokowi.

Atas permintaan Presiden itu, Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk Ario Bimo mengatakan akan mengevaluasi untuk memangkas tingkat suku bunga kredit.

"Kita lihat pelan-pelan. Kalau cost of fund turun, kita baru berani menurunkan (suku bunga kredit). Intinya, kami turunin cost of fund, baru bisa review bunganya," ujar Ario Bimo.

Ia mengatakan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (7 days reverse repo rate/7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5% pada 24 Oktober 2019 lalu tidak dapat berdampak instan terhadap penurunan suku bunga kredit.

Ia menambahkan salah satu yang menjadi kendala dalam menurunkan suku bunga kredit ialah kondisi likuiditas perbankan yang tecermin dari posisi rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR).

"LDR kami 96,6%. Intinya kami nurunin cost of fund dulu, baru bisa review bunganya," ucapnya.

 

Layani daerah

Presiden Jokowi juga menantang pelaku usaha sektor keuangan untuk membuka cabang bank di daerah pelosok, misalnya di Wamena, Papua.

"Buka cabang di Wamena, jangan enggan turun ke bawah, jangan tidak mau capai untuk mengawal yang mikro supaya jadi yang menengah, lalu jadi yang besar. Kawal yang mikro, yang kecil-kecil ini gede banget jumlahnya sekarang sudah 60 juta," ujar Jokowi.

Presiden juga menyinggung dukungan perbankan dalam inklusi keuangan agar dapat meningkatkan kelas pengusaha mikro menjadi pengusaha kecil, dari pengusaha kecil menjadi pengusaha menengah, dan pengusaha menegah didorong menjadi pengusaha besar.

"Jangan yang mengurus (UMKM) hanya BRI, yang lain urus yang kecil-kecil yang di daerah desa pelosok. Indonesia bukan (Jalan) Sudirman Thamrin saja, ada Nduga, Wamena, Yahuykimo yang memerlukan sentuhan-sentuhan dari Bapak/Ibu sekalian" jelas Presiden.

Presiden pun meminta perbankan tidak hanya memberikan pinjaman kepada perusahaan-perusahaan besar. "Saya ulangi jangan hanya membiayai yang besar-besar," tandas Presiden yang disambut dengan tepuk tangan para peserta.

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso mengaku siap menjawab tantangan yang diberikan Presiden untuk memperhatikan dan melayani pelaku usaha kecil.

"BRI akan saya bawa untuk bisa melayani rakyat sebanyak-banyaknya," ujar Sunarso

Ia mengakui ada tantangan yang harus dihadapi dalam mewujudkan hal tersebut, seperti biaya sumber daya manusia yang tinggi.

Namun, permasalahan-permasalahan yang ada, menurut Sunarso, akan dapat diatasi dengan digitalisasi. (Ant/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More