Rabu 06 November 2019, 20:46 WIB

Chevrolet Pastikan Layanan Purna Jual Berjalan Meski Jualan Setop

Nurtjahyadi | Otomotif
Chevrolet Pastikan Layanan Purna Jual Berjalan Meski Jualan Setop

AFP/Mandel Ngan
Logo jenama Chevrolet

PT General Motor Indonesia (GM Indonesia) mengumumkan penghentian penjualan kendaraan Chevrolet di Indonesia mulai Maret 2020 mendatang. GM Indonesia juga mengumumkan diskon besar-besaran kendaraan yang tersisa.

Meskipun dijual dengan potongan harga hingga Rp80 juta, tidak sedikit masyarakat yang khawatir soal kelanjutan layanan purna jual terutama dalam hal ketersediaan layanan dan suku cadang di kemudian hari. Kekhawatiran ini tentu akan lebih dirasakan oleh para pemilik Chevrolet di Tanah Air.

Menanggapi hal itu GM Indonesia mengumumkan bahwa pihaknya akan tetap hadir dan eksis dalam memberikan layanan purna jual.

Customer Care and Aftersales Service Director GM Indonesia Dadan Ramadhani mengatakan, perusahaannya masih eksis untuk memberikan layanan warranty dan purna jual termasuk untuk perawatan dan perbaikan kendaraan Chevrolet di outlet resmi di seluruh Indonesia.

Baca juga : Setop Jualan di Indonesia, Chevrolet Obral Mobil Besar-Besaran

"Kami juga akan terus bekerja sama dengan seluruh jaringan diler untuk mendukung kelancaran peralihan dan persiapan purna jual,” ujar Dadan.

Hal ini merupakan komitmen yang diberikan oleh GM Indonesia untuk tetap hadir melayani pelanggan dan tetap memberikan layanan purna jual yang terbaiknya kepada pelanggan dan pemilik Chevrolet.

Para pelanggan dan pemilik Chevrolet dapat mengunjungi authorized service outlet (ASO) Chevrolet untuk melakukan pengecekan rutin kendaraan, perawatan, perbaikan, pembelian fast-moving spare parts, beserta layanan warranty.

.Selain itu Pusat layanan pelanggan Chevrolet Indonesia di 1500 951 siap untuk menjawab setiap pertanyaan pelanggan, atau bisa melalui situs resmi Chevrolet Indonesia. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More