Rabu 06 November 2019, 20:44 WIB

Disiapkan, Skema Pemindahan KBM Sekolah Ambruk di Pasuruan

Antara | Nusantara
Disiapkan, Skema Pemindahan KBM Sekolah Ambruk di Pasuruan

ANTARA/Umarul Faruq
Petugas dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) mengecek Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong yang ambruk, Selasa (6/11).

 

PEMERINTAH Kota Pasuruan, Jawa Timur menyiapkan skema pemindahan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) yang ada di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gentong, Kota Pasuruan menyusul ambruknya sebagian atap bangunan sekolah hingga menyebabkan dua orang tewas.    

Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Bahrul Umum saat dikonfirmasi di Kota Pasuruan, Rabu (6/11), menyebutkan ada beberapa skema yang disiapkan terkait dengan ambruknya atap bangunan sekolah tersebut.

"Salah satunya adalah menggabungkan proses kegiatan belajar mengajar itu ke kelas lain yang kondisinya masih bagus. Namun, sebelum pemindahan dilakukan terlebih dahulu kami melakukan pemeriksaan apakah bangunan yang ada saat ini masih layak," jelasnya. 

Ia mengemukakan, skema kedua yang dilakukan yaitu dengan memindahkan proses belajar mengajar itu ke sekolah terdekat. Akan tetapi pihaknya masih belum menentukan sekolah mana yang akan digabungkan selama proses perbaikan berlangsung.

"Kalau untuk skema proses belajar mengajar di tenda, Pak Wali Kota Pasuruan tidak mengizinkan," ujarnya.    

Baca juga: Enam Siswa SD Korban Kelas Ambruk masih Dirawat Intensif

Ia juga meminta supaya proses olah tempat kejadian perkara segera diselesaikan supaya siswa yang akan bersekolah tidak trauma melihat reruntuhan bangunan sekolah.  
 
"Karena sebelum proses sekolah berlangsung, kami juga akan melakukan pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologi siswa," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya memberikan toleransi libur pascambruknya atap sekolah itu hingga akhir pekan ini, dan diharapkan pada awal pekan depan sudah mulai proses belajar mengajar.

"Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu proses evakuasi siswa tersebut," tambahnya.

Sebelumnya, sebanyak dua orang meninggal dunia terdiri dari satu siswa dan guru serta belasan siswa lainnya mengalami luka-luka akibat ambruknya atap di SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa (5/11) pukul 08.30 WIB.    

Gedung sekolah yang ambruk berada di bagian depan terdiri dari empat kelas, yakni kelas 2 A dan B, serta kelas 5 A dan B. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More