Rabu 06 November 2019, 19:25 WIB

Enam Siswa SD Korban Kelas Ambruk masih Dirawat Intensif

Faishol Taselan | Nusantara
Enam Siswa SD Korban Kelas Ambruk masih Dirawat Intensif

ANTARA
Ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gentong, Pasuruan, Jawa Timur yang ambruk

 

KASUS ambruknya ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gentong, Pasuruan, Jawa Timur, tercatat enam siswa masih dirawat intensif di RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan.

"Tinggal enam siswa yang masih dalam perawatan intensif. Namun, kondisinya semakin hari semakin baik," kata dr Tina Soelistiani, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr R Soedarsono, Rabu (6/11).

Tina menjelaskan, dari enam anak yang dirawat di rumah sakit tersebut, terdapat dua anak yang menjalani operasi, yakni AM dan DH. Keduanya mengalami luka agak parah. AM luka paha kiri sedangkan DH jari kaki. Keduanya memerlukan observasi spesialis tulang.

Sisanya masih dalam perawatan di rumah sakit, sambil menunggu proses observasi oleh tim dokter yang menangani.

Hingga hari ini, Kepolisian Daerah Jawa Timur belum memeriksa saksi-saksi tragedi SD Gentong Pasuruan ambruk.

Polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik sebelum melakukan pemeriksaan terhadap saksi guna mencari tersangka yang bertanggung jawab atas tragedi yang terjadi.


Baca juga: Tiga Rumah di Bojonegoro Ludes Dilalap 'Si Jago Merah'


Saksi-saksi yang diperiksa terlebih dahulu adalah sebagian orang yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) ambruknya atap sekolah pada saat jam belajar mengajar itu.

Selanjutnya, polisi akan memeriksa saksi yang dianggap bertanggung jawab terhadap konstruksi bangunan sekolah yang diduga tidak sesuai prosedur, mengingat bangunan tersebut adalah baru.

"Untuk proses hukum kasus atap sekolah ambruk di Kota Pasuruan seperti pemeriksaan saksi-saksi masih menunggu hasil laboratorium forensik," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Mapolda Jatim di Surabaya.

"Pertama yang diperiksa adalah saksi di TKP. Siapa saja saksi lainnya kami masih menunggu hasil labfor," lanjutnya.

Barung memastikan, Polda Jatim mengambil alih penanganan kasus ambruknya atap sekolah tersebut, namun Polresta Pasuruan tetap dilibatkan dengan pemeriksaan saksi-saksi dilakukan di Mapolresta setempat.

"Pemeriksaan saksi nanti dilakukan di Polresta Pasuruan, tapi dikawal sepenuhnya oleh Polda Jatim," katanya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More