Rabu 06 November 2019, 22:00 WIB

AS Bantu Meksiko Perangi Kartel

Melalusa Susthira K | Internasional
AS Bantu Meksiko Perangi Kartel

AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawarkan bantuan kepada Meksiko untuk memburu pelaku pembantaian sembilan anggota komunitas Mormon di utara Meksiko yang terjadi pada Senin (4/11). Trump mengatakan AS siap untuk mendukung Meksiko dalam perang terhadap kartel narkoba.

“Jika Meksiko membutuhkan atau meminta bantuan dalam membersihkan monster-monster ini, Amerika Serikat siap, bersedia dan sanggup terlibat melakukan pekerjaan dengan cepat dan efektif,” tulis Trump dalam Twitternya, Selasa (5/11).

Trump juga memuji Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador karena telah memprioritaskan perang melawan perdagangan narkoba.

Namun Trump mengatakan bahwa kelompok kartel kian besar dan kuat, sehingga Meksiko membutuhkan bantuan pasukan untuk mengalahkannya.

“Ini saatnya bagi Meksiko, dengan bantuan Amerika Serikat, untuk mengobarkan perang terhadap kartel-kartel narkoba dan menghapusnya dari muka bumi,” tulis Trump.

Menanggapi tawaran Trump, Lopez Obrador mengatakan ia akan menerima semua kerja sama yang diperlukan untuk mendapatkan keadilan bagi para korban yang diketahui memiliki kewarganegaraan ganda, yakni Meksiko dan AS.

Ia kemudian mengucapkan terima kasih kepada Trump atas dukungannya melalui sambungan telepon.
Gedung Putih mengatakan kedua presiden tersebut telah berbicara tentang semakin meningkatnya kekerasan yang dilakukan kartel narkoba dan geng kriminal lainnya.

“Presiden Trump menjelaskan bahwa Amerika Serikat mengutuk tindakan kekerasan tak masuk akal yang merenggut nyawa sembilan warga Amerika dan menawarkan bantuan Meksiko untuk memastikan para pelaku menghadapi keadilan,” terang juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley.

Namun populis sayap kiri Meksiko, yang menyatakan telah berakhirnya perang narkoba di Meksiko, mengatakan pihaknya tidak menginginkan terjadinya perang baru di negaranya.

“Kami tidak setuju (dengan Trump) tentang itu. Perang identik dengan irasionalitas,” kata juru bicara kelompok itu dalam konferensi pers.


Salah sasaran

Sebelumnya, sejumlah pria bersenjata yang ditengarai bagian dari kartel narkoba menyergap anggota keluarga LeBaron di jalan pedesaan antara negara bagian Sonora dan Chihuahua yang berbatasan dengan AS.

LeBaron merupakan klan besar komunitas Mormon yang bermigrasi dari AS ke Meksiko pada akhir abad ke-19.
Komunitas LeBaron meninggalkan AS setelah mendapat persekusi atas tradisi yang dijalankan mereka, termasuk poligami. Dampak dari migrasi itu, banyak di antaranya yang memiliki kewarganegaraan ganda AS-Meksiko.
Mantan anggota komunitas itu adalah George Romney, ayah kandidat presiden AS tahun 2012, Mitt Romney.
Berdasarkan laporan kerabat dan pihak berwenang Meksiko, 3 wanita dan 6 anak tewas dalam insiden penembakan tersebut. Selain itu, 6 anak lainnya juga dilaporkan terluka akibat serangan yang membuat mobil-mobil keluarga LeBaron penuh dengan lubang-lubang bekas tembakan peluru.

Menteri Keamanan Meksiko Alfonso Durazo mengatakan keluarga komunitas Mormon tersebut mungkin menjadi korban salah sasaran atau terperangkap dalam baku tembak dalam perang rumput antarkartel narkoba yang bermusuhan.

Sedangkan Menlu Meksiko, Marcelo Ebrard kini telah mengunjungi lokasi penembakan dan mengoordinasi investasi kejadian tersebut. (AFP/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More