Rabu 06 November 2019, 22:50 WIB

Seseorang Akan Mengatakan 'Apa Saja' Di Kencan Pertama, Bila...

Galih Agus Saputra | Weekend
Seseorang Akan Mengatakan

123rf
Seseorang akan rela berbohong saat kencan pertama, bila ada peluang.

ORANG dewasa pada dasarnya akan mengatakan apa saja pada kencan pertamanya, termasuk berbohong. Apalagi bila mereka berpikir ada peluang untuk berhubungan seks. Menurut para peneliti, proses itu terjadi tanpa disadari.

Kondisi ini menjadi manifestasi perubahan sikat atau yang disebut psikolog sebagai 'presentasi diri yang menipu'. Ketika seseorang mencoba membuat orang lain terkesan atau mengobrol dengan mereka, otak mereka beralih ke jenis mental--bukan fisik--rangsangan.

"Ketika kemungkinan seks meningkat, maka seseorang lebih cenderung mengubah sikap mereka dan terlibat dalam 'presentasi diri yang menipu', atau dengan kata lain mereka akan menyesuaikan diri, memperindah, termasuk berbohong," kata seorang ahli dalam sebuah studi yang dilansir Daily Mail.

Dalam studi tersebut, tim peneliti melakukan percobaan atas 634 siswa heteroseksual berusia rata-rata 25 tahun. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, di mana anggota kelompok satu yang pertama kali terkena 'rangsangan seksual'--dan kelompok lain ke 'rangsangan netral'--sebelum akhirnya berinteraksi dengan orang asing agar tetap dekat dengan teman dan keluarga.

Para peneliti menemukan mereka yang terpapar pada rangsangan seksual lebih mungkin untuk mengubah argumen mereka. Di mana akhirnya setuju dengan sudut pandang yang berlawanan dengan harapan bisa membuat kesan yang baik dan meningkatkan peluang mereka untuk berhubungan seks.

"Hasrat seksual membuat otak mulai berpikir 'dengan cara seksual'. Secara teknis berarti ia mengaktifkan seperangkat konsep tertentu di otak sehingga bagian-bagian otak yang mewakili seksualitas akan diaktifkan," kata Penulis Makalah dan Psikolog, Harry Reis, dari University of Rochester di New York.

Namun tidak selalu berarti seseorang terangsang secara genetis. Dalam percobaan kedua, sukarelawan diminta pandapat mereka tentang berbagai masalah sebelum ditunjukkan profil anggota lawan jenis yang akan mereka ajak berkomunikasi dalam obrolan daring. Setiap peserta juga diminta untuk membuat dan mengirim surel kepada orang lain seturut dengan profil yang menggambarkan diri mereka dan pandangan mereka.

Seperti di eksperimen pertama, peneliti menemukan kelompok pertama ikut mengubah pandangan mereka di profil surel agar tampak lebih setuju dengan orang yang akan mereka ajak ngobrol. "Keinginan mengesankan pasangan potensial sangat kuat ketika datang suatu preferensi yang merupakan jantung dari upaya membangun ikatan intim. Perubahan sikap seperti itu mungkin dipandang sebagai sesuatu yang berlebihan atau sebagai langkah yang tidak berbahaya untuk mengesankan atau lebih dekat dengan pasangan potensial," imbuh peneliti.

Para peneliti juga menemukan kebohongan yang diceritakan seseorang ketika bertemu dengan orang asing mengurangi jumlah pasangan seksualnya. Tujuh mitra sepakat dengan pendapat ini. "Orang-orang ketika sistem seksualnya diaktifkan, maka akan termotivasi untuk menampilkan diri sebaik mungkin. Itu berarti seseorang akan memberi tahu ''orang asing' hal-hal yang membuatnya terlihat lebih baik daripada dirinya yang sebenarnya," imbuh kata penulis makalah dan psikolog, yang temuan lengkapnya telah diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology itu.


Baca juga : Cinta Seorang Ibu Dapat Mengurangi Risiko Bayi Obesitas
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More