Rabu 06 November 2019, 16:48 WIB

Pembangunan Grasstrack di Temanggung Ditolak Masyarakat

Toshi wicaksono | Nusantara
Pembangunan Grasstrack di Temanggung Ditolak Masyarakat

Ilustrasi
Ilustrasi

 

RENCANA Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah membangun sirkuit grasstrack di Desa Karanggedong, Kecamatan Ngadirejo ditolak masyarakat setempat.

Warga meminta Bupati M Al Khadziq tidak arogan dengan memaksakan kehendak untuk membangun sirkuit meski itu lahan milik pemkab.

Lahan seluas 6 hektare milik pemkab tersebut saat ini masih dikelola warga untuk menanam jambu biji dan sayuran. Namun para penggarap tidak mau lahan produktif tersebut dijadikan tempat balap sepeda motor.

Pendamping Pengelola Lahan Desa Karanggedong, Nur Sholiqin mengungkapkan, saat ini sudah ada alat berat yang akan digunakan untuk meratakan tanah pertanian yang digarap masyarakat. ''Informasi dari Kapolsek Ngadirejo bahwa lahan akan diratakan untuk sirkuit,'' ujar Sholiqin.

Padahal, menurutnya, pengelola lahan baru saja memperbaiki dari lahan tandus menjadi subur, sekarang setelah subur mau dimanfaatkan untuk kepentingan lain, jadi itu ditolak

Lahan itu pernah dikelola oleh Perusda Aneka Usaha, kemudian sekitar 10 bulan lalu diserahkan ke bupati. Sedangkan bupati tidak konfirmasi pada masyarakat pengelola, tiba-tiba lahan itu diserahkan pada tim grasstrack dan rencananya mau dibuat sirkuit untuk wilayah Kabupaten Temanggung.

"Ini perlu diingatkan arogansi bupati, zamannya seperti ini kok arogan, masyarakat itu juga punya perasaan dan harga diri," katanya. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More