Rabu 06 November 2019, 13:04 WIB

Wamenkeu: Pelemahan Ekonomi Global Berimbas Pada Tiga Hal

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Wamenkeu: Pelemahan Ekonomi Global Berimbas Pada Tiga Hal

MI/Ramdani
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.

 

PERTUMBUHAN perekonomian global belakangan terus diprediksi menurun hingga 3,0%. Pertumbuhan yang melemah dan melambat ini memberikan dampak serupa kepada perekonomian di tiap negara.

Melemahnya pertumbuhan ekonomi global tidak saja bersumber dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok, melainkan masih terpuruknya perekonomian Jepang, Brexit yang belum menemui titik terang, hingga berbagai peristiwa di Eropa yang belum pasti.

Mau tidak mau, Indonesia akan merasakan dampak dari gejolak global. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengungkapkan, imbas pelemahan global berdampak pada tiga hal.

Pertama yakni melalui aliran modal yang masuk ke Indonesia dalam bentuk portofolio. Menurutnya, bukan kali ini saja penurunan portofolio ke Indonesia terjadi. Krisis dunia pada 2008 dan paper tantrum di 2013 menjadi salah satu buktinya.

"Tugas kita adalah bagaimana kalau dia sudah masuk, dia bisa nyaman di Indonesia," kata Suahasil dalam pidatonya di acara Indonesia Banking Expo (IBEX), Jakarta, Rabu (6/11).

Imbas selanjutnya, kata Suahasil yakni mengenai iklim investasi, ketersediaan infrastruktur regulasi dan iklim dunia usaha yang sedikit berubah lantaran pelemahan ekonomi global.

Hal itu, lanjutnya, harus dicermati dan diperbaiki untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang terbilang masih lebih baik ketimbang negara lain di tengah kondisi global saat ini.

Hal lainnya ialah tingkat perdagangan yang menurun. "Kalau pertumbuhan dunia menurun, maka permintaan ekspor dari Indonesia juga akan menurun. Ini yang kita lihat dalam beberapa triwulan terakhir, yaitu ekspor kita tertekan. Data yang kemarin dikeluarkan BPS praktis nol persen, artinya flat," tutur Suahasil.

"Tiga jalur itu yang kita perhatikan sangat serius. Bagaimana dampaknya pada perekonomian domestik, dan kalau kita lihat, dampak tersebut salah satunya kemarin, pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga oleh BPS, itu meskipun tumbuh 5,02% itu lebih rendah dibanding quarter sebelumnya," ucap Suahasil.

"Ini kita mengerti sebagai dampak dari kondisi global, kita secara kontinyu berusaha memberikan support yang baik untuk supaya perekonomian bisa kita jaga momentum pertumbuhannya," sambung Suahasil.

Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional itu pemerintah terus menggunakan APBN sebagai alat untuk mengantisipasi potensi pelemahan.

"Konstruksi dari APBN kita adalah bersifat countercyclical, sekarang menunjukkan pelemahan global, maka APBN harus memberikan support," ujar Suahasil. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More