Rabu 06 November 2019, 09:28 WIB

Investor Tanamkan Modal di Kabupaten Tegal Senilai Rp2,19 Triliun

Supardji Rasban | Nusantara
Investor Tanamkan Modal di Kabupaten Tegal Senilai Rp2,19 Triliun

MI/Supardji Rasban
Pertemuan Pemkab Tegal dengan para investor dalam acara Central Java Investment Bussiness Forum (CJIB) ke-15 di Jakarta.

 

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Tegal, Jawa Tengah, menjalin kerja sama investasi senilai Rp2,19 triliun dengan sejumlah penanam modal dalam acara Central Java Investment Bussiness Forum (CJIB) ke-15 di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (5/11/2019). Acara tahunan yang dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu diikuti kepala daerah dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah dengan nilai investasi total mencapai Rp49,96 triliun.
     
Bupati Tegal Umi Azizah mengungkapkan forum tersebut menjadi ajang menarik untuk menawarkan peluang investasi di daerah. Terlebih Jawa Tengah menjadi pilot project pertumbuhan ekonomi 7%.
     
"Maka setiap daerah di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Tegal berlomba-lomba menarik investor, baik dari dalam maupun luar negeri," ujar Umi melalui keterangan resmi diterima Rabu, (6/11/2019).

Umi menuturkan investasi yang masuk ke Kabupaten Tegal sebagian memang sudah ada penjajagan awal di tahun ini. Sehingga CJIBF lebih menekankan pada komitmen keberlanjutan dan realisasinya.

Ia menunjukkan salah satunya investasi PT Aquo Energy senilai Rp2 triliun yang rencananya akan membangun instalasi pembangkit listrik tenaga bayu atau angin di Kecamatan Margasari. Kemudian PT  Mahakarya Guci Propertindo yang akan membangun Hotel Dafam di kawasan wisata Guci dengan nilai investasi Rp135 miliar, PT Lotte Shopping Indonesia yang akan membangun pusat grosir senilai Rp50 miliar dan PT. Sanial Jaya Mandiri, perusahaan properti perumahan dengan nilai investasinya Rp10 miliar.

"Harapan kami dengan adanya investasi itu akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Tegal selain mengejar pertumbuhan ekonomi lewat multiplier effect-nya," terangnya.
     
Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat membuka CJIBF menjelaskan target investasi Jawa Tengah tahun ini adalah Rp47.42 triliun. Ganjar optimistis akan bisa memenuhi target tersebut karena Jawa Tengah memiliki daya saing dalam hal potensi, dukungan infrastruktur, tenaga kerja dan komitmen yang kuat untuk mendorong peningkatan investasi melalui kebijakan yang pro investasi.
     
"Kami telah membangun layanan perizinan yang mudah, murah, cepat dan terintegrasi sebagai terjemahan dari Online Single Submission. Bahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperoleh predikat terbaik pada ajang penghargaan Investment Award dari Pemerintah RI tahun 2018," jelas Ganjar

Ia berjanji menjamin keamanan investasi di Jawa Tengah dari gangguan oknum dan pihak-pihak yang tidak bertanggunjawab, termasuk premanisme.

"Saya jamin, kalau bapak ibu dipalak, tolong langsung ketemu saya. Kalau itu dipalak daerah akan kita antar itu ke daerah siapa, apakah itu dari pemerintah daerahnya, penegak hukumnya, dan sebagainya," ucap Gubernur.
     
Ganjar juga menyarankan para investor agar tidak memakai biro jasa, tapi datang langsung dan konseling ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kepala DPMPTSP Kabupaten Tegal Fakihurrohim menyebut pihaknya berencana menggelar forum serupa di tingkat Kabupaten Tegal pada 18 November.

"Bussiness meeting forum akan kita selenggarakan dengan mengundang para investor potensial untuk kita tawarkan kesempatan berinvestasi di Kabupaten Tegal," ujar Fakihurrohim.
     
Disinggung soal kesiapan, Fakih mengatakan soal perizinan dijamin semuanya mudah dan transparan. Pihaknya saat ini sedang menyempurnakan profil investasi untuk acara nanti.
     
Salah satu investor yang hadir dalam CJIBF Presiden Komisaris PT. Mahakarya Guci Propertindo, Asahel Santoso yang berencana membangun hotel Dafam Guci Resort setinggi 7 lantai sekelas bintang tiga atau bintang empat yang dilengkapi 70 villa. Pertimbangan Asahel menangkap peluang segmen wisatawan kelas menengah ke atas selain potensi wisata alam Guci yang sangat baik terutama air panasnya.
     
"Sekitar dua bulan yang lalu saya sempat berendam di onsen di lereng Gunung Fuji Jepang, ternyata airnya itu tidak lebih baik dari air panas yang ada di Guci. Menurut saya, air geothermal Guci adalah salah satu yang terbaik di Indonesia atau bahkan di dunia," kata Asahel.

baca juga: Sambut Hari Wayang Nasional, Klaten Gelar Festival Dalang Anak
     
Asahel memuji komitmen Bupati Tegal Umi Azizah yang disebutnya luar biasa mulai dari pola berpikirnya, keramahtamahan dan keberpihakannya kepada investor.

"Itu yang sangat kami harapkan," ucap Asahel. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More