Rabu 06 November 2019, 08:20 WIB

Anggaran Pendidikan Menjadi Sorotan

Faishol Taselan | Humaniora
Anggaran Pendidikan Menjadi Sorotan

ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Anggota tim labfor Polda Jatim melakukan olah TKP kelas yang ambruk di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan.

 

PEMERINTAH daerah dinilai kurang memperhatikan pengelolaan anggaran pendidikan. Insiden ambruknya atap gedung sekolah menjadi bukti bahwa sektor pendidikan belum menjadi prioritas.

"Apabila sektor pendidikan menjadi prioritas, tentu pengelolaan anggaran tidak akan sembarangan. Selain itu, kualitas SDM yang mengelola anggaran di daerah kurang begitu baik. Belum lagi ada kasus korupsi," ujar pengamat pendidikan Indra Charismiadji di Jakarta, kemarin.

Hal itu disampaikannya terkait dengan ambruknya atap gedung di SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, kemarin pagi.

Selain kualitas pembangunan gedung sekolah, aspek perawatan pun sering tidak mendapat perhatian. "Seharusnya ada standar sarana dan prasarana. Bagaimana kekuatan bangunan, lalu usia pemakaian berapa lama," ujarnya.

Indra berpendapat pembentukan cetak biru (blue print) sangat penting untuk menghindari kasus serupa, mengingat banyak daerah yang kurang mampu merumuskan dan mengelola program pendidikan, termasuk perhitungan anggaran untuk perawatan.

Selain itu, banyak daerah yang mengandalkan bantuan operasional sekolah (BOS).

"Padahal BOS itu hanya bantuan. Berdasarkan undang-undang, pelaksana anggaran dan penanggung jawab kualitas sekolah ialah pemerintah daerah. Saya berharap tahun depan tidak ada lagi daerah yang kelola anggaran pendidikan dengan sembarangan. Peningkatan kualitas SDM bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tapi butuh keseriusan pemerintah daerah," tegasnya.

 

Konstruksi bangunan

Peristiwa ambruknya atap gedung sekolah di Pasuruan menyebabkan 2 orang meninggal, yaitu 1 siswa dan 1 guru. Belasan siswa juga terluka. Atap yang ambruk meliputi ruang kelas 2 A dan B serta kelas 5 A dan B.

Polisi kini telah mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan dugaan sementara ialah karena konstruksi bangunan tidak sesuai prosedur.

Pihaknya juga mendapat informasi bahwa di bagian atas bangunan, genting hanya dilapisi seng. Padahal, gedung yang ambruk merupakan bangunan baru.

Ia membenarkan pihaknya akan memanggil pihak-pihak terkait, seperti kontraktor hingga Kepala Dinas Pendidikan Kota Pasuruan.

Sumber: Kilasan Kinerja 2018 Kemendikbud

 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kemarin menjenguk para korban di RS dr Soedarsono, Kota Pasuruan. "Yang juga patut menjadi perhatian ialah pelayanan psikososial. Lalu jangan sampai ada pungutan kepada korban," ujar Khofifah. (FL/Tes/Ant/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More